Tragedi Longsor di PT IMIP: Satu Korban Lagi Ditemukan Meninggal
Tim SAR berhasil mengevakuasi satu jenazah korban longsor di PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, setelah pencarian selama 13 hari; operasi SAR resmi ditutup.

Satu korban tewas akibat longsor di area kerja PT QMB, kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Peristiwa nahas yang terjadi pada 22 Maret 2025 sekitar pukul 12.10 WITA ini menewaskan beberapa pekerja yang tertimbun material longsor limbah industri. Proses evakuasi yang panjang akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya satu jenazah lagi pada pukul 11.40 WITA, setelah pencarian selama 13 hari.
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa korban yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi. Korban bernama Irvan Tandi, warga Kecamatan Walendrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Jenazahnya telah dibawa ke klinik PT IMIP untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
Longsor tersebut menimbun tiga unit excavator beserta operatornya. Dari kejadian tersebut, selain Irvan Tandi, beberapa korban lainnya telah ditemukan sebelumnya. Namun, hingga hari penutupan operasi SAR, masih ada satu korban yang dinyatakan hilang, yaitu Muhammad Akbar. Pencarian intensif terus dilakukan selama 13 hari melibatkan berbagai pihak untuk menemukan seluruh korban.
Pencarian Jenazah dan Penutupan Operasi SAR
Proses evakuasi jenazah Irvan Tandi dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari lebih dari 26 personel. Tim gabungan tersebut terdiri dari personel Pos SAR Morowali, TNI/Polri, tim pemadam kebakaran PT IMIP, Diver Maroa Morowali, PA Forel Bahodopi, dan manajemen/safety PT IMIP. Mereka bekerja keras selama 13 hari untuk menemukan korban yang tertimbun di bawah material longsor, menggunakan alat berat untuk mempermudah proses evakuasi.
Setelah berhasil mengevakuasi jenazah Irvan Tandi, operasi SAR resmi ditutup. Meskipun satu korban atas nama Muhammad Akbar masih dinyatakan hilang, pencarian intensif telah dilakukan secara maksimal. Penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya upaya pencarian secara besar-besaran, meskipun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lain.
Kepala Basarnas Palu menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah ini dan berharap keluarga korban dapat diberikan ketabahan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan aspek keselamatan kerja di lingkungan industri untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kronologi Kejadian dan Korban
Longsor yang terjadi pada tanggal 22 Maret 2025 pukul 12.10 WITA menimpa tiga unit excavator beserta operatornya di area kerja PT QMB dalam kawasan PT IMIP. Kejadian ini menyebabkan beberapa korban jiwa. Selain Irvan Tandi yang baru saja ditemukan, beberapa korban lainnya telah ditemukan sebelumnya. Namun, satu korban, Muhammad Akbar, masih dinyatakan hilang hingga operasi SAR ditutup.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk menggali material longsor yang menimbun para korban. Proses ini membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar mengingat kondisi medan yang sulit. Kejadian ini menjadi sorotan dan perhatian publik, mengingat lokasi kejadian berada di area industri besar.
Dengan penutupan operasi SAR, fokus kini beralih pada investigasi penyebab longsor dan upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang. Pihak berwenang perlu menyelidiki secara menyeluruh untuk memastikan keselamatan para pekerja di area industri.
"Kami turut berduka atas peristiwa ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan selalu tegar," ucap Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal.
Proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga telah dilakukan dengan lancar. Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di lingkungan industri.
Kesimpulan
Penemuan jenazah Irvan Tandi menandai babak baru dalam tragedi longsor di PT IMIP. Meskipun operasi SAR telah ditutup, investigasi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Keselamatan pekerja di lingkungan industri harus menjadi prioritas utama.