Unand dan BNPB Jalin Kerja Sama Mitigasi Bencana, Siap Hadapi Ancaman Gempa Megathrust?
Universitas Andalas (Unand) berkolaborasi dengan BNPB dan Kedutaan Besar Australia untuk meningkatkan mitigasi bencana di Indonesia, termasuk kesiapan menghadapi gempa megathrust.

Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat (Sumbar) baru saja menjalin kerja sama strategis dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kedutaan Besar Australia. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya mitigasi, penanganan, dan penanggulangan bencana alam di Indonesia. Kerja sama tersebut diresmikan di Padang pada Kamis, 27 Februari 2024. Rektor Unand, Efa Yonnedi, menekankan pentingnya komitmen bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia. Inisiatif ini menandai langkah penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan mitra internasional.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Unand memegang peran krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kebencanaan. Sejumlah program studi di berbagai fakultas, termasuk Teknik, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat, telah mengintegrasikan kurikulum kebencanaan. Langkah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan bencana di masa depan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Rektor Unand, "Integrasi kurikulum kebencanaan ini untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan bencana di masa depan."
Unand juga menunjukkan komitmennya dengan membuka Program Studi Magister Manajemen Bencana pada tahun 2024. Program ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam bidang penanggulangan bencana. Selain itu, Unand telah aktif dalam berbagai upaya mitigasi dan respons bencana, baik melalui Pusat Studi Bencana, Pusat Tanggap Darurat Bencana, maupun keterlibatan tenaga medis dari Rumah Sakit Unand. Kontribusi Unand dalam penanganan bencana telah terlihat dalam berbagai peristiwa di Indonesia, termasuk gempa bumi di Sumbar pada 2007 dan 2009, erupsi Gunung Marapi, serta bencana di Palu, Pangandaran, dan Nusa Tenggara Barat.
Siap Menjadi Pusat Evakuasi
Salah satu poin penting dalam International Conference on Disaster Management 2024 merekomendasikan Unand sebagai tempat evakuasi akhir jika terjadi gempa besar dan tsunami megathrust. Lokasi kampus Unand yang strategis, dengan luas 500 hektare, berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 15 kilometer dari bibir pantai, menjadikannya lokasi yang ideal sebagai pusat evakuasi dan penanggulangan bencana. Keunggulan geografis ini menjadikan Unand sebagai pilihan tepat untuk melindungi masyarakat dari bencana alam.
Kerja sama Unand dengan BNPB dan Kedutaan Besar Australia ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi bencana alam. Dengan integrasi kurikulum kebencanaan, program magister manajemen bencana, dan pengalaman Unand dalam penanganan bencana sebelumnya, kolaborasi ini menjanjikan peningkatan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana di masa mendatang. Unand siap berperan sebagai pusat evakuasi dan penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi ancaman gempa megathrust.
Langkah-langkah konkrit yang akan dilakukan dalam kerja sama ini antara lain: pengembangan kurikulum kebencanaan yang lebih komprehensif, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta riset dan inovasi teknologi untuk mitigasi bencana. Dengan dukungan dari BNPB dan Kedutaan Besar Australia, Unand akan terus meningkatkan kontribusinya dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia.
Ke depannya, Unand berencana untuk meningkatkan fasilitas dan infrastruktur penunjang evakuasi dan penanggulangan bencana. Hal ini meliputi penyediaan tempat penampungan sementara yang memadai, fasilitas kesehatan, dan sistem komunikasi yang terintegrasi. Dengan persiapan yang matang, Unand siap menjadi pusat evakuasi yang handal dan efektif dalam menghadapi bencana alam.
Kesimpulan
Kerja sama antara Unand, BNPB, dan Kedutaan Besar Australia menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia. Unand, dengan sumber daya dan lokasinya yang strategis, siap berperan sebagai pusat evakuasi dan penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi ancaman gempa megathrust. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan efektif dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan.