{{caption}}
Laba Bersih Antam Melonjak Tajam: Tembus Rp2,32 Triliun di Kuartal I-2025!

PT Antam Tbk raih laba bersih Rp2,32 triliun di kuartal I-2025, lonjakan drastis lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong penjualan emas dan komoditas lainnya.

{{caption}}
Target Harga Saham ANTM Meroket: UBS dan BNI Sekuritas Optimistis!

Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang tumbuh signifikan di kuartal I-2025 membuat analis dari UBS dan BNI Sekuritas meningkatkan target harga saham perusahaan tambang tersebut.

{{caption}}
Sumsel Bidik Produksi Batu Bara 146,7 Juta Ton di 2025

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis produksi batu bara akan mencapai 146,7 juta ton pada tahun 2025, meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

{{caption}}
Resource Alam Indonesia Raih Kinerja Keuangan Moncer: Laba Kotor Melonjak 95,4 Persen!

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) sukses mencatatkan peningkatan laba kotor hingga 95,4 persen di tahun 2024, didorong efisiensi biaya dan ekspansi strategis.

{{caption}}
Antam Raih Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah: Laba Tembus Rp3,85 Triliun!

PT Aneka Tambang (Antam) mencetak rekor laba Rp3,85 triliun di tahun 2024, didorong oleh peningkatan penjualan emas dan kinerja operasional yang optimal.

{{caption}}
Indocement Catat Kinerja Positif di 2024: Penjualan Meningkat 5,9 Persen

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) berhasil membukukan kinerja positif pada tahun 2024 dengan peningkatan volume penjualan semen dan klinker sebesar 5,9 persen.

{{caption}}
ANTAM Cetak Rekor Penjualan Emas Sepanjang Sejarah: 43.776 Kg!

PT Aneka Tambang (ANTAM) mencetak rekor penjualan emas tertinggi sepanjang sejarahnya pada tahun 2024, mencapai 43.776 kilogram, didorong oleh tingginya permintaan domestik dan strategi perusahaan yang efektif.

{{caption}}
Samindo Resources (MYOH) Bidik Produksi Batuan Penutup 35 Juta BCM di 2025

PT Samindo Resources (MYOH) menargetkan produksi batuan penutup (overburden) 35 juta BCM dan 6 juta ton batubara pada 2025, didorong optimisme permintaan tinggi dan investasi US$13 juta untuk optimalisasi operasional.