Wabup Tulungagung Dorong Koperasi Kembangkan Usaha di Luar Simpan Pinjam
Wakil Bupati Tulungagung mendorong Koperasi Hidup untuk mengembangkan usaha di luar simpan pinjam guna meningkatkan kesejahteraan anggota, seperti yang telah dilakukan dengan pengelolaan rumah kos dan rencana akuisisi pasar modern.

Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menekankan pentingnya diversifikasi usaha bagi koperasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal ini disampaikan seusai menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Negeri Hidup Kabupaten Tulungagung pada Selasa, 25 Februari 2024. Beliau mendorong agar koperasi tidak hanya berfokus pada sektor simpan pinjam, tetapi juga mengeksplorasi potensi usaha lain yang lebih luas.
"Kegiatan yang sudah berjalan bagus dan perlu terus dikembangkan," ujar Wabup Ahmad Baharudin. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap Koperasi Hidup yang telah menunjukkan inisiatif mengembangkan usaha di luar simpan pinjam, seperti pengelolaan rumah kos. Langkah ini dinilai sebagai strategi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota.
Koperasi Hidup sendiri, dengan jumlah anggota 3.751 orang, telah berhasil mengelola dana anggota mencapai Rp42 miliar per tahun. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi koperasi lain di Tulungagung untuk berani berinovasi dan mengembangkan usaha yang lebih beragam. Wabup juga berjanji akan memberikan pembinaan kepada koperasi yang tidak aktif atau tidak melaksanakan RAT untuk membantu mereka mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Ekspansi Usaha Koperasi Hidup: Dari Rumah Kos hingga Pasar Modern
Ketua Koperasi Hidup, Puspita Rahadi (Pipit), menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya telah melakukan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Perubahan ini menjadikan Koperasi Hidup berstatus sebagai koperasi konsumen, sehingga dapat melayani masyarakat umum. Salah satu bukti nyata dari perubahan ini adalah pengelolaan rumah kos di sekitar UIN SATU.
Selain rumah kos, Koperasi Hidup memiliki rencana ambisius untuk mengakuisisi pasar modern di Tulungagung. Langkah ekspansi ini menunjukkan komitmen koperasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan dorongan Wakil Bupati Tulungagung untuk mendorong diversifikasi usaha koperasi.
Meskipun mengalami peningkatan nilai pinjaman anggota di tahun 2024, total dana kelolaan Koperasi Hidup tetap sekitar Rp42 miliar per tahun. Koperasi ini juga mencatatkan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp240 juta. Namun, Koperasi Hidup juga menghadapi tantangan berupa beberapa kredit macet akibat anggota yang pindah tugas ke daerah lain. Pihak koperasi berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan segera.
Pembinaan Koperasi dan Tantangan ke Depan
Wabup Ahmad Baharudin menyatakan komitmennya untuk membina koperasi-koperasi yang kurang aktif. Pembinaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dan memberikan solusi yang tepat agar koperasi dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi anggotanya. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan koperasi di Tulungagung.
Keberhasilan Koperasi Hidup menjadi contoh inspiratif bagi koperasi lain. Dengan diversifikasi usaha dan manajemen yang baik, koperasi dapat berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan perekonomian daerah. Tantangan ke depan bagi Koperasi Hidup adalah bagaimana mempertahankan kinerja yang baik dan mengatasi kredit macet yang ada.
Langkah Koperasi Hidup dalam mengembangkan usaha di luar simpan pinjam patut diapresiasi. Model bisnis yang inovatif ini dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan anggotanya. Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi di Indonesia.
Dengan pengelolaan yang baik dan strategi yang tepat, koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi pilar perekonomian di Indonesia. Koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan.