Wakapolri Pastikan Tim Mitigasi Bencana Siap Siaga di Jalur Mudik Selatan Jawa Barat
Wakapolri memastikan kesiapan tim mitigasi bencana di jalur mudik selatan Jawa Barat, terutama menghadapi potensi bencana alam di musim hujan jelang Lebaran.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Ahmad Dofiri, telah memastikan kesiapan tim mitigasi bencana alam di jalur mudik selatan Jawa Barat. Peninjauan langsung dilakukan di Pos Pengamanan Terpadu GTC Limbangan, Kabupaten Garut, pada Jumat, 28 Maret 2025, untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran. Hal ini dilakukan mengingat jalur selatan Jawa Barat dikenal rawan bencana alam, terutama di musim hujan.
Dalam peninjauannya, Wakapolri menyatakan bahwa kesiapan personel dan peralatan di posko utama jalur mudik sudah optimal. "Kesiapan mitigasi bencana di jalur selatan, kalau kita lihat kesiapan Pak Kapolres, Pak Bupati sudah menyiapkan alat berat, kemudian juga termasuk beberapa instansi lain," ujar Ahmad Dofiri. Ia menekankan bahwa jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tim dapat langsung menangani dengan baik berkat kesiapan personel dan peralatan yang memadai.
Meskipun beberapa hari terakhir cuaca cukup bagus, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat masih dalam musim hujan. Wakapolri berharap kondisi cuaca yang baik akan berlanjut hingga Lebaran, sehingga tidak terjadi gangguan akibat bencana alam. "Cuaca hari ini dan sampai dengan Lebaran nanti mudah-mudahan bagus kalau seperti ini tidak terjadi gangguan daripada bencana tadi," harapnya.
Kesiapan Mitigasi Bencana dan Pengamanan Arus Mudik
Wakapolri mengungkapkan bahwa hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas terkendali dan aman. Tercatat, hingga tiga hari sebelum Lebaran, sekitar 60 persen atau 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Sisa 40 persen kendaraan diprediksi akan terbagi rata dalam beberapa hari menjelang Lebaran. "Mudah-mudahan tinggal 40 persennya itu kalau terbagi menjadi tiga hari, hari ini, besok, dan lusa, kiranya bisa terurai dengan baik," katanya.
Selain mitigasi bencana, Wakapolri juga menekankan pentingnya sinergi antar instansi untuk pengamanan yang efektif selama libur Lebaran. Hal ini mencakup pengaturan arus lalu lintas, penanganan kemacetan, dan pengawasan protokol kesehatan. Operasi Ketupat 2025 difokuskan pada pemberian rasa aman, nyaman, dan keselamatan bagi masyarakat selama perayaan Lebaran, serta menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Pihak kepolisian juga akan fokus pada pengawasan potensi kerumunan di tempat-tempat umum dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran.
Jalur Selatan Jawa Barat: Daerah Rawan Bencana
Jawa Barat bagian selatan memang dikenal sebagai daerah rawan bencana alam. Potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir selalu menjadi perhatian serius, terutama selama musim hujan. Oleh karena itu, kesiapan tim mitigasi bencana menjadi sangat krusial untuk memastikan keselamatan pemudik.
Dengan kesiapan alat berat dan personel yang telah disiapkan oleh berbagai instansi terkait, diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Koordinasi yang baik antar instansi juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi potensi bencana alam di jalur mudik.
Langkah-langkah antisipasi bencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran. Semoga dengan kesiapan yang matang, perjalanan mudik dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan.
Selain kesiapan mitigasi bencana, pengaturan lalu lintas yang efektif dan sinergi antar instansi juga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik. Operasi Ketupat 2025 yang mengedepankan aspek kemanusiaan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik.
Dengan adanya pemantauan arus lalu lintas dan antisipasi potensi kerumunan, diharapkan perayaan Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Semoga upaya-upaya ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.