Wali Kota Bogor Minta Bantuan BNN Tekan Kasus Narkoba
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta bantuan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor melalui pendekatan komprehensif, termasuk program Kelurahan Bersinar.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, aktif berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor. Pada Rabu (19/3), ia mengunjungi kantor BNN Pusat di Cawang, Jakarta, untuk meminta arahan langsung kepada Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang efektif dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya.
Didampingi oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DPPKB, dan DP3A Kota Bogor, Dedie menekankan urgensi penanganan masalah narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Ia menyatakan, maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di berbagai daerah, termasuk Kota Bogor, mengharuskan adanya langkah-langkah konkret dan terintegrasi.
"Saya perlu bersama pimpinan OPD bersilaturahmi dengan Kepala BNN Pusat untuk meminta arahan dan petunjuk bagaimana ke depannya agar sinergi dan kolaborasi antara BNN Pusat dengan Pemkot Bogor dapat menekan jumlah pengguna narkoba," ungkap Dedie A. Rachim di Kota Bogor, Kamis (20/3).
Langkah Komprehensif Penanggulangan Narkoba
Kepala BNN, Komjen Marthinus Hukom, dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani penyalahgunaan narkoba. Tidak semua pengguna, jelasnya, perlu diproses secara pidana. Banyak pengguna yang membutuhkan rehabilitasi untuk memulihkan diri dari ketergantungan.
"Dalam penanganan penyalahgunaan narkoba, perlu adanya langkah-langkah komprehensif, sebab tidak semua pengguna masuk ke dalam ranah pidana, tetapi ada juga yang memerlukan rehabilitasi," jelas Kepala BNN.
Langkah teknis selanjutnya, seperti kemungkinan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) atau rapat teknis lebih lanjut, akan dibahas oleh perangkat daerah terkait. Tujuannya adalah untuk merumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih komprehensif dan efektif.
Dedie menambahkan bahwa pencegahan harus lebih efektif dan berdampak langsung pada penurunan jumlah penyalahgunaan narkotika di Kota Bogor, menyasar pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Program Kelurahan Bersinar dan Upaya Pencegahan
Salah satu program yang dibahas adalah program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba). Kepala BNN mendorong agar seluruh 68 kelurahan di Kota Bogor dapat menerapkan program ini. Program ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di tingkat akar rumput.
"Tadi juga disampaikan oleh Kepala BNN bahwa salah satu langkah efektif dalam pencegahan dan penanganan narkoba adalah adanya kelurahan Bersinar (Bersih dari Narkoba). Dan memang diharapkan bahwa seluruh 68 kelurahan di Bogor bisa menjadi kelurahan Bersinar," kata Dedie.
Lebih lanjut, Dedie juga menekankan bahwa penanganan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan upaya promotif dan preventif dari berbagai sektor. Upaya ini mencakup aspek kesehatan, pendidikan, sosial, dan ketahanan keluarga.
Pemkot Bogor berkomitmen untuk bekerja sama dengan BNN dalam menerapkan strategi yang komprehensif dan terintegrasi ini. Harapannya, melalui kolaborasi yang kuat, angka penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor dapat ditekan secara signifikan.
Langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
- Peningkatan kerjasama antar instansi terkait
- Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat
- Pengembangan program rehabilitasi bagi pengguna narkoba
- Penguatan peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif ini, diharapkan Kota Bogor dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dan melindungi generasi mudanya dari bahaya penyalahgunaan narkoba.