Waspada Angin Kencang! Imbauan BPBD NTB untuk Pemudik Lebaran
BPBD NTB mengimbau pemudik mewaspadai angin kencang saat hujan yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan longsor, terutama di jalur mudik Lombok.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan imbauan penting bagi para pemudik yang akan melewati jalur-jalur mudik di wilayah tersebut. Imbauan ini dikeluarkan menyusul potensi bencana alam berupa angin kencang yang disertai hujan lebat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD NTB, Ahmadi, di Mataram pada Senin, 24 Maret. Imbauan ini ditujukan untuk keselamatan pemudik selama perjalanan mudik Lebaran.
"Angin menyebabkan pohon-pohon bisa tumbang, baik itu di pemukiman termasuk juga di jalur transportasi," ujar Kepala BPBD NTB, Ahmadi, menjelaskan potensi bahaya yang mengintai para pemudik. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kewaspadaan, mengingat potensi bencana alam tidak hanya terjadi saat perjalanan mudik, tetapi juga setelahnya saat masyarakat berlibur ke berbagai destinasi wisata.
Ahmadi juga mengingatkan potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai pemudik, yaitu potensi longsor dan banjir akibat curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan kerugian selama perjalanan mudik.
Waspada di Jalur Rawan Bencana
Beberapa jalur mudik di NTB perlu mendapat perhatian khusus. Ahmadi menyebutkan bahwa kawasan Pusuk Sembalun di Lombok Timur dan Pusuk Kekait di Lombok Barat termasuk daerah yang rawan terhadap pohon tumbang. Hal ini disebabkan oleh vegetasi hutan yang lebat di kedua kawasan tersebut. Pemudik diimbau untuk berhati-hati dan selalu waspada saat melintasi jalur tersebut.
Selain itu, lereng-lereng perbukitan karst di sepanjang jalan Pulau Sumbawa juga berpotensi membahayakan. Angin kencang dapat menyebabkan bebatuan dari atas lereng jatuh ke jalan raya. Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melewati area tersebut.
BPBD NTB juga memberikan saran agar pemudik selalu waspada dan mencari tempat berteduh saat hujan disertai angin kencang. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi tertimpa pohon tumbang atau terdampak longsor. Keselamatan pemudik menjadi prioritas utama.
Imbauan Keselamatan Pasca Lebaran
Ahmadi juga mengingatkan potensi bahaya pasca Lebaran. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata ke berbagai destinasi wisata di NTB. Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dapat menyebabkan gelombang laut tinggi, sehingga membahayakan bagi para wisatawan yang bermain di sekitar pantai.
"Masyarakat yang berwisata harus waspada jangan berenang di sembarang tempat, siapa tahu arus bawah (laut) kuat," pesan Ahmadi, mengingatkan akan bahaya arus laut yang kuat. Ia menekankan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat berwisata di pantai.
BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Informasi cuaca yang akurat akan membantu masyarakat untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah antisipasi terhadap potensi bencana alam.
Prakiraan Cuaca dari BMKG
Berdasarkan laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), prakiraan cuaca di Nusa Tenggara Barat hingga sepekan ke depan umumnya cerah berawan hingga hujan lebat atau hujan sedang. Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 35 hingga 40 kilometer per jam.
Bibit siklon tropis 92S yang berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur memberikan dampak terhadap peningkatan curah hujan dan kecepatan angin di NTB. Kondisi ini semakin memperkuat imbauan BPBD NTB untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Dengan adanya imbauan dan informasi prakiraan cuaca ini, diharapkan para pemudik dan masyarakat NTB dapat lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana alam selama musim hujan dan libur Lebaran. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama.