Waspada Cuaca Ekstrem di Papua Jelang Lebaran 2025, BBMKG Keluarkan Peringatan Dini
BBMKG Jayapura memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Papua menjelang Lebaran 2025 akibat fenomena atmosfer global, mengancam berbagai wilayah dengan hujan lebat, banjir, dan longsor.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Papua menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Peringatan ini dikeluarkan setelah BBMKG mencatat peningkatan risiko bencana hidrometeorologi akibat fenomena atmosfer global yang aktif di wilayah tersebut. Peringatan ini disampaikan pada Jumat, 28 Maret di Jayapura, Papua. Hal ini mengancam sejumlah wilayah di Papua dengan potensi bencana yang signifikan.
Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, menjelaskan bahwa peningkatan risiko bencana ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer seperti Kelvin Wave dan Rossby Equator, serta pengaruh Monsun Asia yang masih berlangsung. Kombinasi fenomena ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai badai guntur, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di perairan Papua.
Sebagai upaya mitigasi, BBMKG telah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dari enam provinsi di Papua. Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar instansi, memastikan kesiapan posko Lebaran 2025, dan mengoptimalkan penyebaran informasi kepada masyarakat guna meminimalisir dampak bencana yang mungkin terjadi. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi bahaya yang mengintai masyarakat Papua.
Ancaman Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Papua
Berdasarkan prospek cuaca sepekan ke depan, BBMKG memprediksi hujan deras disertai badai guntur dan angin kencang akan terjadi di beberapa wilayah di Papua. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Kepulauan Yapen, Waropen, dan Mamberamo Raya. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Yustus Rumakiek menambahkan bahwa kondisi geografis Papua yang memiliki banyak lereng curam dan daerah aliran sungai yang rawan longsor dan banjir semakin meningkatkan risiko bencana. Hujan dengan intensitas tinggi atau durasi lama akan meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor secara signifikan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting.
Selain ancaman hidrometeorologi, Papua juga merupakan wilayah rawan gempa bumi akibat aktivitas seismik dari sumber gempa kerak dangkal. Hal ini semakin menyoroti pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi menjelang dan selama perayaan Idul Fitri.
Langkah Mitigasi Bencana
BBMKG menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Kerja sama antar instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat krusial untuk memastikan informasi peringatan dini sampai kepada masyarakat secara efektif dan tepat waktu. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BBMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti membersihkan saluran air, memperkuat bangunan rumah, dan menyiapkan jalur evakuasi. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi.
Dengan memperhatikan kondisi geografis dan iklim Papua yang unik, kesiapsiagaan menghadapi bencana alam merupakan suatu keharusan. Semoga dengan langkah-langkah antisipasi yang tepat, masyarakat Papua dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
"Kami mengingatkan bahwa Papua merupakan wilayah rawan gempa bumi akibat aktivitas seismik dari sumber gempa kerak dangkal, sehingga penting mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana," tegas Yustus Rumakiek.
BBMKG terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Diharapkan masyarakat tetap waspada dan selalu siap menghadapi potensi bencana.