Waspada! Pencurian Ternak Meningkat di Kulon Progo Jelang Lebaran
Polres Kulon Progo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya pencurian ternak di wilayah Temon dan Kokap menjelang Lebaran.

Polres Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian ternak yang meningkat menjelang Lebaran. Insiden pencurian ternak, khususnya kambing, terjadi di Kapanewon Temon dan Kokap, Kulon Progo. Polisi mengidentifikasi peningkatan kasus ini sejak awal bulan puasa.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengungkapkan bahwa kerja sama antara warga, kepolisian, dan pihak terkait sangat penting untuk mengatasi masalah ini. "Seiring dengan maraknya kasus pencurian ternak yang terjadi belakangan ini, kami mengimbau kepada masyarakat Kulon Progo untuk lebih waspada dan menjaga ternak dengan baik," ujar Iptu Sarjoko dalam keterangannya di Kulon Progo, Kamis (13/3).
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk memastikan kandang ternak terkunci dengan aman dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. Peningkatan patroli di wilayah rawan juga akan dilakukan oleh Polres Kulon Progo, bersamaan dengan pembinaan dan penyuluhan melalui Bhabinkamtibmas.
Pencurian Ternak di Wilayah Rawan
Iptu Sarjoko menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu minggu terakhir, telah terjadi dua kasus pencurian ternak di Kulon Progo. Di Kapanewon Temon, enam ekor kambing dicuri dari satu lokasi, sementara di Kapanewon Kokap, empat ekor kambing hilang dari satu tempat kejadian perkara yang berbeda. Kedua wilayah ini dikenal sebagai daerah perbatasan dan rawan akan aksi kriminalitas.
Polisi masih menyelidiki motif di balik peningkatan kasus pencurian ternak ini. "Kasus pencurian ternak di Kulon Progo sejak dua tahun terakhir cukup meresahkan, khususnya di Temon dan Kokap yang merupakan wilayah perbatasan. Kami masih mendalami motifnya," tambah Iptu Sarjoko.
Kepolisian menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Masyarakat diimbau untuk saling waspada dan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwajib. Hal ini dinilai penting terutama menjelang Lebaran, dimana potensi terjadinya kejahatan cenderung meningkat.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Sebagai bentuk pencegahan, Polres Kulon Progo akan meningkatkan intensitas patroli di wilayah-wilayah yang dianggap rawan pencurian ternak. Selain itu, pembinaan dan penyuluhan keamanan akan terus dilakukan oleh Bhabinkamtibmas kepada masyarakat. Kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Polres Kulon Progo juga menghimbau masyarakat untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan, antara lain: memastikan kandang ternak dalam kondisi aman dan terkunci, memperkuat pengamanan kandang dengan memasang pagar atau alat pengaman lainnya, serta meningkatkan pengawasan terhadap ternak, khususnya pada malam hari. Masyarakat juga diimbau untuk saling bergotong royong menjaga keamanan lingkungan sekitar.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir angka pencurian ternak di wilayah Kulon Progo. Polres Kulon Progo berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan akan terus berupaya menciptakan situasi keamanan yang terjamin.
"Kami minta masyarakat berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing, apalagi menjelang lebaran rawan terjadi kasus pencurian," tegas Iptu Sarjoko. Polisi berharap dengan kerjasama yang solid antara masyarakat dan aparat keamanan, kasus pencurian ternak dapat ditekan dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman.
Polres Kulon Progo siap memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban pencurian ternak. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kejadian pencurian kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional.