Waspada Penipuan! Baitul Mal Aceh Imbau Masyarakat Hati-hati Terkait Bantuan Usaha
Baitul Mal Aceh (BMA) mengingatkan masyarakat Aceh agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan lembaga tersebut terkait pencairan bantuan usaha senilai Rp3 juta.

Baitul Mal Aceh (BMA) mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat Aceh terkait program bantuan modal usaha senilai Rp20 miliar yang telah diluncurkan. Program yang menargetkan 6.666 pelaku usaha mikro kurang mampu ini tengah menjadi sasaran penipuan. Modus penipuan tersebut mengklaim dapat mempercepat proses pencairan bantuan dengan meminta sejumlah biaya tambahan kepada para penerima manfaat. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan BMA, Mohammad Haikal, di Banda Aceh pada Jumat, 21 Maret 2024.
"Tidak ada jalur khusus atau biaya tambahan untuk mempercepat pencairan bantuan," tegas Mohammad Haikal. Pernyataan tersebut sekaligus membantah klaim dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BMA untuk mempermudah akses bantuan usaha tersebut. BMA menegaskan bahwa program bantuan ini sepenuhnya gratis dan bertujuan untuk membantu masyarakat Aceh yang membutuhkan tanpa adanya pungutan biaya dalam bentuk apapun.
BMA telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk program bantuan modal usaha ini, dengan setiap penerima manfaat akan mendapatkan Rp3 juta. Proses pencairan bantuan dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa campur tangan pihak manapun. Seleksi penerima bantuan dilakukan secara objektif dan adil, memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerimanya.
Waspada Modus Penipuan
Mohammad Haikal menekankan bahwa masyarakat harus waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BMA. "Jika ada yang mengklaim bisa membantu dengan imbalan tertentu, itu adalah penipuan, dan kami meminta masyarakat untuk segera melaporkannya," ujarnya. Pihak BMA menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan tergiur dengan janji-janji manis dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
BMA berkomitmen untuk menjalankan program bantuan ini secara transparan dan akuntabel. Seluruh informasi resmi terkait program bantuan usaha ini hanya dapat diakses melalui website resmi BMA di baitulmal.acehprov.go.id atau melalui akun Instagram resmi @baitulmalaceh. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi dari sumber resmi untuk menghindari kesalahpahaman atau menjadi korban penipuan.
Kepala Bagian Pengumpulan Sekretariat BMA, Arif Arham, menambahkan bahwa pentingnya verifikasi informasi dari sumber resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari informasi yang menyesatkan dan potensi penipuan. "Kita berharap program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan usaha secara individu," harap Arif Arham.
Langkah Pencegahan Penipuan
- Selalu akses informasi resmi melalui website baitulmal.acehprov.go.id atau akun Instagram @baitulmalaceh.
- Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan percepatan pencairan bantuan dengan meminta imbalan.
- Laporkan segera kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan BMA.
- Teliti setiap informasi yang diterima dan jangan mudah terpengaruh oleh janji-janji yang tidak masuk akal.
BMA berharap agar masyarakat Aceh dapat memanfaatkan program bantuan usaha ini dengan sebaik-baiknya. Dengan kewaspadaan dan kehati-hatian, masyarakat dapat terhindar dari praktik penipuan dan mendapatkan manfaat yang seharusnya dari program bantuan yang telah disediakan oleh pemerintah Aceh.