Yuyu Sutisna: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Maroko di Sektor Perdagangan dan Pendidikan
Mantan KSAU, Yuyu Sutisna, resmi ditunjuk sebagai Dubes RI untuk Maroko dan bertekad memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang perdagangan dan pendidikan.

Jakarta, 25 Maret 2024 - Yuyu Sutisna, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), telah resmi dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Kerajaan Maroko. Pelantikan dilakukan oleh Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/3). Yuyu Sutisna akan fokus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Maroko, terutama dalam sektor perdagangan dan pendidikan, memanfaatkan pengalamannya di militer untuk mencapai tujuan tersebut. Penugasan ini diharapkan akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis antara kedua negara.
Dalam wawancara dengan ANTARA pada Senin malam, Yuyu Sutisna mengungkapkan bahwa penugasannya ke Maroko telah diinformasikan sejak era Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno. Ia menyadari pentingnya peran Maroko sebagai pintu gerbang perdagangan untuk Afrika Utara, Afrika Barat, dan Eropa Selatan. Oleh karena itu, peningkatan kerja sama perdagangan menjadi prioritas utama dalam masa tugasnya.
Selain perdagangan, Yuyu Sutisna juga akan fokus pada peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya program beasiswa bagi pelajar Indonesia di Maroko. Ia melihat potensi besar untuk meningkatkan kerja sama ini mengingat pengalamannya yang juga terkait dengan impor fosfat dari Maroko dan keterlibatannya dalam moderasi agama.
Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Maroko
Yuyu Sutisna menekankan pentingnya peningkatan ekspor Indonesia ke Maroko. Ia menyebutkan komoditas sawit dan kendaraan sebagai produk unggulan yang memiliki potensi besar. Lebih lanjut, ia berencana melakukan inventarisasi lebih detail untuk mengidentifikasi komoditas lain yang dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke Maroko. Hal ini didasarkan pada keberhasilan Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Maroko yang telah berlaku sejak tahun 2022, yang menunjukkan peningkatan ekspor dari tahun ke tahun.
Sebagai mantan perwira tinggi di Korps Angkatan Udara, Yuyu Sutisna yakin pengalamannya akan bermanfaat dalam menjalankan tugas sebagai Dubes RI untuk Maroko. Ia berencana untuk menginventarisasi permasalahan, mempelajari tantangan, dan meningkatkan kerja sama untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi Indonesia. Pengalamannya di bidang militer diharapkan dapat memberikan perspektif strategis dalam menjalin hubungan bilateral yang kuat dan saling menguntungkan.
Kerja Sama Pendidikan dan Potensi Lainnya
Yuyu Sutisna juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pendidikan. Ia menyebutkan bahwa terdapat banyak program beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar Indonesia. Kerja sama ini akan menjadi fokus utamanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan di Maroko. Selain itu, Yuyu Sutisna juga akan mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang lain, termasuk moderasi agama, mengingat pengalaman dan keahliannya.
Dengan pengalamannya yang luas dan komitmen yang kuat, Yuyu Sutisna diharapkan dapat mempererat hubungan Indonesia-Maroko dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor strategis. Penugasannya sebagai Dubes RI untuk Maroko menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara, yang diharapkan akan semakin memperkuat persahabatan dan kerja sama di berbagai bidang.
"Sejak zaman Pak Jokowi, kemudian Pak Mensesneg Pak Pratikno, saya diberitahu untuk mendapat penugasan baru ke Maroko," kata Yuyu kepada ANTARA, Senin malam. "Kita tahu Maroko sekarang menjadi pintu perdagangan untuk Afrika Utara, Afrika Barat, dan juga ke Eropa Selatan. Mungkin itu yang akan saya tingkatkan." Ia juga menambahkan, "Yang jelas sekarang nomor satu sawit, kemudian kendaraan. Nanti mungkin saya akan inventarisasi lebih detail, mana yang harus kita tingkatkan. Yang jelas dari tahun ke tahun meningkat terus."
Penugasan Yuyu Sutisna diharapkan akan membawa dampak positif bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Maroko, membuka peluang investasi, dan memperkuat kerja sama ekonomi serta pendidikan di masa mendatang.