Arus Balik Lebaran: Pemudik Memilih Kereta Api, Tiket Cepat Habis!
Hari ketiga Lebaran, Stasiun Pasar Senen ramai pemudik yang kembali ke Jakarta menggunakan kereta api karena berbagai alasan, mulai dari pekerjaan hingga kesulitan mendapatkan tiket untuk tanggal berikutnya.

Jakarta, 2 April 2024 - Arus balik Lebaran terlihat ramai di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada hari ketiga Idul Fitri 1446 H. Banyak pemudik memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk kembali ke Jakarta. Mereka memiliki beragam alasan, mulai dari urusan pekerjaan hingga kesulitan mendapatkan tiket kereta untuk tanggal selanjutnya.
Salah satu pemudik, Fajri Nurul (35), yang mudik dari Solo, memilih pulang lebih cepat karena pekerjaan di sektor perbankan yang mengharuskannya piket. Ia mengaku memilih kereta api karena kenyamanan dan kepraktisan, terutama saat bepergian bersama keluarga. "Buat prepare karena kerjanya di jasa perbankan jadi ada piket-piket juga," ujarnya. Ia juga memberikan masukan terkait fasilitas di Stasiun Pasar Senen, "Naik kereta lebih saving tenaga simpel. Tadi naik kereta ekonomi bagus tempat duduknya. Pelayanannya bagus sih tapi untuk PR-nya di Stasiun Pasar Senen mungkin ada buat perosotan untuk koper jadi ga perlu diangkat-angkat naik tangga," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Sela Ayura (27) yang mudik dari Cirebon. Ia memilih kereta api karena kecepatan dan kemudahan pemesanan tiket. Alasan lain adalah untuk menghindari keramaian dan efisiensi waktu, terutama karena membawa anak kecil. "Menghindari keramaian karena kerja juga sih. Pilih naik kereta lebih cepat karena bawa anak kecilkan lebih efisien aja sih dari segi waktunya. Pemesan tiket dari aplikasinya juga sangat gampang sekali," jelasnya.
Alasan Pemudik Memilih Kereta Api dan Kendala yang Dihadapi
Tidak semua pemudik kembali ke Jakarta karena pilihan. Yatimin (47), pemudik dari Kutoarjo, terpaksa pulang lebih cepat karena kehabisan tiket kereta untuk tanggal setelah 2 April. "Saya sudah tidak dapat tiket lagi kalau di atas tanggal hari ini, di tanggal 3 sampai 7," katanya. Meskipun mengakui pelayanan kereta api bagus, ia menyoroti kesulitan mendapatkan tiket, terutama saat masa peak season. "Sudah 10 tahun saya milihnya mudik naik kereta karena ya emang pelayanannya maksimal bagus. Sekarang kendalanya pada saat mau mudik itu kita rebutan tiketnya agak sulit ya, untuk websitenya sudah lumayan bagus tapi pada saat war tiket itu agak sulit masuknya," tambahnya.
Berbagai alasan tersebut menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik untuk arus balik Lebaran. Selain kenyamanan dan kepraktisan, kecepatan dan kemudahan pemesanan tiket menjadi faktor penentu. Namun, kendala ketersediaan tiket tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 Jakarta) mencatat sekitar 41.040 penumpang kereta api tiba di Jakarta pada hari ketiga Lebaran. Sebanyak 16.141 penumpang tiba di Stasiun Senen, 11.217 di Stasiun Gambir, dan sisanya di stasiun-stasiun lain seperti Cikampek, Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Jatinegara. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyebutkan bahwa arus balik diperkirakan tinggi pada tanggal 4 hingga 6 April.
Data Arus Balik dan Prediksi KAI
Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, "Kedatangan di Stasiun Senen mencapai 16.141 penumpang, datang di Stasiun Gambir sebanyak 11.217, dan lainnya turun atau datang di Cikampek, Cikarang, Karawang, Bekasi, dan Jatinegara. Jadi untuk kedatangan lumayan cukup banyak." Ia menambahkan, "Kalau pantauan data kami, sementara ini antara tanggal 4, 5, 6 itu termasuk dalam kategori tinggi." Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi arus balik Lebaran.
Kesimpulannya, arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang kereta api. Meskipun banyak pemudik merasa puas dengan pelayanan kereta api, kendala ketersediaan tiket menjadi perhatian yang perlu diatasi oleh pihak KAI untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran.