Solo Safari Sambut Tiga Bayi Harimau Benggala: Bantolo, Tirto, dan Maruto!
Solo Safari menambah koleksi tiga bayi harimau Benggala, Bantolo, Tirto, dan Maruto, yang lahir Desember 2024, menandai kemajuan signifikan dalam konservasi satwa dan daya tarik wisata Kota Solo.

Solo, Jawa Tengah, kedatangan tiga anggota keluarga baru yang menggemaskan di Solo Safari! Tiga bayi harimau Benggala lahir pada bulan Desember 2024, menambah kekayaan koleksi satwa di objek wisata kebanggaan Kota Solo ini. Kehadiran mereka merupakan hasil perkawinan antara harimau Benggala jantan bernama Rendy dan betina bernama Rasna. Wali Kota Surakarta, Bapak Respati Ardi, turut memberikan nama pada ketiga bayi harimau tersebut: Bantolo, Tirto, dan Maruto, sebuah nama yang sarat dengan filosofi Jawa.
Kehadiran ketiga bayi harimau ini bukan hanya menambah daya tarik Solo Safari, tetapi juga menjadi simbol penting bagi kemajuan konservasi satwa di Indonesia. Upaya pelestarian harimau Benggala, yang merupakan spesies terancam punah, menjadi fokus utama Solo Safari. Kelahiran ini menunjukkan keberhasilan program pengembangbiakan satwa di Solo Safari dan menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi populasi harimau Benggala.
Wali Kota Respati Ardi berharap Solo Safari dapat menjadi ikon pariwisata Kota Solo yang unggul, dengan satwa-satwa yang sehat dan berkembang biak dengan baik. Lebih dari itu, ia juga menekankan pentingnya peran Solo Safari dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat berkat keberadaan objek wisata ini. Kehadiran Solo Safari diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kehadiran Tiga Bayi Harimau dan Libur Lebaran
Untuk merayakan kedatangan tiga bayi harimau Benggala, Solo Safari mengadakan pertunjukan spesial selama periode 1-6 April 2025, bertepatan dengan libur panjang Idul Fitri 1446H. Pengunjung dapat menyaksikan sesi menyusui bayi harimau yang menggemaskan dan mengikuti sesi edukasi yang dipandu oleh animal keeper yang berpengalaman. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif dan menghibur bagi pengunjung dari berbagai usia.
Wali Kota Respati Ardi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh petugas Solo Safari atas dedikasi dan semangat mereka dalam memberikan edukasi dan hiburan kepada pengunjung, terutama selama periode libur Lebaran. Beliau juga menekankan bahwa Solo Safari telah menarik perhatian di tingkat nasional, dan berharap agar semangat kerja tim tetap terjaga dan konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik.
Dengan kata-kata, "Terima kasih sudah berdedikasi menghibur dan mengedukasi pengunjung. Terus semangat dalam masa libur Lebaran dan tetap happy dalam bertugas karena Solo Safari ini memang dilirik di mata nasional," Wali Kota Respati Ardi memberikan semangat kepada seluruh tim Solo Safari.
Kehadiran ketiga bayi harimau ini menjadi bukti nyata komitmen Solo Safari dalam pelestarian satwa dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi tempat wisata lain untuk turut serta dalam upaya konservasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Filosofi Jawa di Balik Nama Bayi Harimau
Pemberian nama Bantolo, Tirto, dan Maruto pada ketiga bayi harimau Benggala bukan tanpa alasan. Wali Kota Respati Ardi menjelaskan bahwa nama-nama tersebut memiliki filosofi Jawa yang mendalam. Ia berharap Solo Safari dapat menjadi simbol pariwisata Solo yang unggul, di mana satwa-satwanya tumbuh kembang dengan prima.
Nama-nama tersebut dipilih dengan pertimbangan yang matang, mencerminkan harapan agar Solo Safari dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Kota Solo. Pemilihan nama yang bermakna ini juga menunjukkan kepedulian terhadap warisan budaya Jawa dan upaya untuk melestarikannya.
Dengan demikian, kehadiran ketiga bayi harimau ini bukan hanya sekadar penambahan koleksi satwa, tetapi juga simbol dari perpaduan antara pelestarian satwa dan pelestarian budaya Jawa. Hal ini menunjukkan komitmen Solo Safari dalam menjaga keseimbangan antara perkembangan pariwisata dan pelestarian nilai-nilai lokal.
Ke depannya, diharapkan Solo Safari dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata dan konservasi satwa di Indonesia. Kehadiran ketiga bayi harimau ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian satwa dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Semoga Solo Safari dapat terus berkembang dan menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia, yang tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian satwa dan lingkungan.