Tips Aman Mudik: Mengemudi Jarak Jauh Sendirian Tanpa Bergantian
Pakar otomotif bagikan tips aman mudik Lebaran bagi pengemudi yang harus mengemudi sendiri jarak jauh tanpa bergantian, meliputi persiapan fisik, manajemen waktu istirahat, dan kewaspadaan di jalan.

Jakarta, 26 Maret (ANTARA) - Mudik Lebaran seringkali identik dengan perjalanan panjang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, tidak semua pemudik memiliki kesempatan untuk bergantian mengemudi. Bagi mereka yang harus mengemudi sendiri tanpa bantuan, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memberikan sejumlah tips untuk tetap aman sampai tujuan.
Persiapan fisik menjadi kunci utama keselamatan perjalanan mudik jarak jauh. Kurang tidur dan kelelahan dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh karena itu, istirahat yang cukup sebelum perjalanan sangat penting. Menurut Yannes, "Berkendara jarak jauh tanpa pengganti jelas membutuhkan persiapan ekstra untuk menjaga keselamatan." Ia menyarankan minimal tidur 6 jam agar tubuh tetap segar dan fokus.
Manajemen waktu juga krusial. Perjalanan mudik yang padat membutuhkan perencanaan yang matang. Pengemudi harus mengatur jadwal istirahat setiap 2-3 jam untuk meregangkan badan, menghilangkan kepenatan, dan mengembalikan fokus berkendara. Mengemudi lebih dari 8 jam sehari tidak disarankan, terutama bagi yang bukan pengemudi profesional. Jika merasa lelah, berhentilah di rest area untuk beristirahat sejenak.
Tips Mengemudi Aman Jarak Jauh Sendirian
Instruktur keselamatan berkendara, Sony Harisno, menambahkan bahwa mengemudi terus-menerus berjam-jam dapat menyebabkan microsleep, yaitu periode tidur singkat yang terjadi tiba-tiba dan tanpa disadari. "Microsleep terjadi biasanya saat mengemudi jarak jauh, dan umumnya, orang bisa jadi mengalami hal itu saat telah mengemudi di jam kelima sampai di jam ke-10, di antara jam itu," jelasnya. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara jarak jauh.
Untuk mencegah microsleep dan kecelakaan, Yannes menyarankan agar pengemudi menjaga kecepatan stabil 80-100 km/jam, mematuhi rambu lalu lintas, dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Hindari distraksi seperti bermain ponsel. Konsentrasi penuh sangat penting untuk keselamatan.
Selain itu, konsumsi camilan ringan dan air mineral untuk menjaga stamina. Hindari makanan berat yang dapat menyebabkan kantuk. Waspadalah terhadap kondisi jalan dan cuaca, terutama saat hujan deras yang dapat menyebabkan genangan air dan meningkatkan risiko aquaplaning.
Yannes menambahkan, "Terakhir, selalu waspada terhadap kondisi jalan, cuaca apalagi hujan lebat yang berpotensi membuat genangan air di jalan tol yang berbahaya bagi grip (cengkraman) ban mobil kita ke permukaan jalan dan berpotensi aqua planning." Aquaplaning adalah kondisi di mana lapisan air terbentuk di antara ban dan permukaan jalan, menyebabkan hilangnya kontrol kendaraan.
Persiapan Sebelum Perjalanan
- Istirahat cukup minimal 6 jam sebelum perjalanan.
- Atur jadwal istirahat setiap 2-3 jam.
- Jangan mengemudi lebih dari 8 jam sehari.
- Bawa camilan ringan dan air mineral.
- Hindari makanan berat.
- Selalu patuhi rambu lalu lintas.
- Jaga jarak aman dengan kendaraan lain.
- Hindari penggunaan ponsel saat mengemudi.
- Waspadai kondisi jalan dan cuaca.
Dengan persiapan yang matang dan selalu waspada, perjalanan mudik Lebaran tetap aman dan nyaman meskipun harus mengemudi sendiri tanpa bergantian. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama.