Waspada! BSSN Beri Kiat Hindari SMS Phishing Lebaran 2025
BSSN bagikan tips antisipasi SMS phishing di Lebaran 2025 agar masyarakat tidak terkecoh penipuan online dan kehilangan data penting.

Jakarta, 25 Maret 2024 - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan panduan penting bagi masyarakat Indonesia untuk menghindari jebakan SMS phishing selama periode Lebaran 2025. Modus penipuan ini semakin canggih, memanfaatkan momen Lebaran dengan berbagai tawaran menarik untuk mencuri data pribadi. Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol A. Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi ancaman ini.
Menurut Komjen Pol A. Rachmad Wibowo, masyarakat harus lebih teliti dalam memeriksa keaslian pesan SMS yang diterima, terutama yang menawarkan promo menarik selama Lebaran. "Terutama saat libur Hari Raya Idul Fitri ini, mungkin banyak promo-promo yang dikirimkan baik melalui WhatsApp maupun melalui SMS, dilihat dengan jelas apakah pengirimannya itu valid. Modus ini cukup canggih karena dia bisa melakukan masking sehingga korbannya tidak menyadari bahwa itu tidak valid," jelasnya dalam konferensi pers di Media Center Kemkominfo.
Ancaman phishing semakin meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya penipuan online. BSSN memberikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menghindari menjadi korban SMS phishing.
Langkah Antisipasi SMS Phishing
Berikut beberapa langkah yang disarankan BSSN untuk menghindari SMS phishing:
- Verifikasi Pengirim: Pastikan SMS berasal dari sumber resmi dan terpercaya. Periksa alamat pengirim dengan teliti. Jangan mudah tertipu oleh tampilan yang menyerupai layanan resmi.
- Periksa Tautan (Link): Selalu periksa alamat website pada tautan yang diberikan. Pastikan alamat tersebut sesuai dengan website resmi penyedia layanan. Perhatikan detail kecil seperti perbedaan penulisan nama atau penambahan karakter mencurigakan. Contohnya, waspadai modifikasi nama bank seperti perubahan sedikit huruf pada nama bank resmi.
- Waspadai Tawaran Menggiurkan: Jangan mudah tergiur oleh tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Penipuan seringkali menggunakan iming-iming hadiah besar atau keuntungan instan untuk menarik korban.
- Jangan Bagikan Data Pribadi: Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nomor rekening, PIN, atau data kartu kredit melalui SMS atau tautan yang mencurigakan. Lembaga resmi tidak akan meminta informasi tersebut melalui pesan singkat.
Komjen Pol A. Rachmad Wibowo menambahkan, "Biasanya masyarakat kerap terkecoh di proses ini dan akhirnya terburu-buru mengklik tautan dan tidak sedikit akhirnya akses layanan resmi korban bisa dikuasai oleh pelaku kejahatan. Maka dari itu diperlukan kehati-hatian dari masyarakat sebelum mengklik tautan-tautan dari SMS yang diterimanya." Beliau juga menjelaskan bagaimana pelaku kejahatan memanfaatkan halaman berikutnya setelah korban mengklik tautan untuk mencuri kredensial dan data pribadi korban, termasuk meminta nomor ATM atau kartu kredit dan kode keamanan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah di atas, masyarakat dapat meminimalisir risiko menjadi korban SMS phishing. Ingatlah untuk selalu waspada dan teliti sebelum mengklik tautan atau memberikan informasi pribadi melalui pesan singkat. Laporkan setiap upaya phishing yang Anda temui kepada pihak berwajib agar tindakan pencegahan dapat dilakukan secara efektif.
Diharapkan dengan adanya informasi dan panduan dari BSSN ini, masyarakat dapat lebih bijak dan aman dalam beraktivitas di dunia digital, khususnya selama periode Lebaran 2025. Lindungi data pribadi Anda dan nikmati momen Lebaran dengan tenang dan aman.