Waspada Diabetes di Lebaran: Atur Pola Makan agar Gula Darah Terkontrol
Dokter Martha Rosana dari IDI memberikan tips penting menjaga pola makan bagi penderita diabetes selama Lebaran agar gula darah tetap stabil dan terhindar dari lonjakan kadar gula.

Jakarta, 25 Maret 2024 (ANTARA) - Lebaran menjadi momen penuh tantangan bagi penderita diabetes. Sajian makanan khas Lebaran yang beragam dan menggugah selera, seperti ketupat, opor, rendang, dan aneka kue, berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, menjaga pola makan menjadi kunci utama bagi pasien diabetes agar kondisi kesehatannya tetap stabil selama periode libur panjang ini. Hal ini disampaikan oleh dr. Martha Rosana, SpPD, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dalam sebuah webinar di Jakarta.
Dokter Martha, lulusan Universitas Indonesia, menekankan pentingnya pengendalian asupan makanan bagi penderita diabetes. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan makan selama Lebaran seringkali memicu lonjakan gula darah karena banyaknya pilihan makanan manis dan tinggi kalori. "Ini menjadi tantangan bagi pasien diabetes karena identik dengan harus membatasi makanan yang masuk," ujarnya.
Oleh karena itu, penderita diabetes perlu lebih cermat dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Bukan berarti mereka harus menghindari seluruh sajian Lebaran, tetapi perlu bijak dalam menentukan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan harus dilakukan secara terkontrol dan seimbang.
Tips Mengatur Pola Makan untuk Penderita Diabetes Selama Lebaran
Dokter Martha memberikan beberapa tips praktis untuk membantu pasien diabetes mengelola pola makannya selama Lebaran. Salah satu anjurannya adalah membatasi konsumsi kue kering. "Boleh nggak dok makan nastar? Jawabannya boleh, tapi mungkin satu buah saja. Tidak boleh ngemil ngambil dari toples tanpa sadar sambil ngobrol dengan saudara tiba-tiba habis 10 butir," jelasnya. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran dan kontrol diri dalam mengonsumsi makanan.
Selain itu, pemilihan jenis makanan dan minuman juga perlu diperhatikan. Pasien diabetes disarankan untuk memilih camilan sehat seperti buah potong atau sayur. Minuman manis dan soda sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Menjaga jarak waktu antara satu kali makan dengan makan berikutnya juga penting untuk membantu proses pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah.
Dokter Martha juga menyarankan agar pasien diabetes makan secara perlahan dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. "Agar asupan makanan tidak bablas atau khilaf ya, disarankan makan secara perlahan, di sela-sela makan minum air putih dan pelan-pelan itu memberi waktu pada otak, lambung dan usus kita untuk mencerna bahwa badan kita sudah kenyang. Itu memang butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk merasa kenyang," jelasnya. Teknik ini membantu tubuh mengirimkan sinyal kenyang ke otak sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
Pentingnya Mengonsumsi Obat dan Menjaga Kesehatan Secara Keseluruhan
Terakhir, dr. Martha mengingatkan pentingnya bagi pasien diabetes untuk tetap mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Penggunaan obat secara teratur membantu menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. Selain mengatur pola makan dan mengonsumsi obat, penting juga untuk menjaga gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk istirahat yang cukup dan olahraga teratur.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan pasien diabetes dapat menikmati momen Lebaran bersama keluarga tanpa harus khawatir dengan lonjakan gula darah. Yang terpenting adalah tetap disiplin dan konsisten dalam menjaga pola makan sehat dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Lebaran tetap bisa dinikmati dengan sehat dan penuh kebahagiaan.
Dengan menerapkan pola makan sehat dan bijak selama Lebaran, penderita diabetes dapat merayakan hari raya dengan tetap menjaga kesehatan dan stabilitas gula darah. Ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.