NPC Indonesia: Temukan Bakat Terpendam Atlet Disabilitas di 35 Provinsi
Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia menggelar pencarian bakat atlet disabilitas di 35 provinsi untuk meningkatkan prestasi olahraga dan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas berprestasi.

Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia meluncurkan program pencarian bakat atlet disabilitas di 35 provinsi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas dan memberikan kesempatan yang setara bagi mereka untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga. Program ini dijalankan secara mandiri dengan dukungan dari sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menekankan pentingnya program ini sebagai sarana sosialisasi dan pemerataan kesempatan. "Kami ingin semua masyarakat difabel memiliki kesempatan untuk berprestasi melalui NPC. Program ini juga menjadi sarana sosialisasi karena di banyak daerah masih kurang perhatian terhadap potensi atlet disabilitas," ujar Senny. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi setelah Paralimpiade Paris 2024, dengan masukan penting dari Pembina NPC Indonesia, Prof. Reda Manthovani.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menjelaskan bahwa program ini terinspirasi oleh saran Prof. Reda Manthovani, ketua kontingen di Paralimpiade Paris, yang menyarankan agar NPC lebih aktif menjaring atlet di daerah. "Banyak daerah belum mengetahui potensi atletnya, sehingga perlu ada pendekatan lebih sistematis," jelas Rima. Pencarian bakat ini menggunakan sistem penilaian yang terukur dengan 20 komponen seleksi, memastikan atlet diarahkan ke cabang olahraga yang sesuai dengan potensi dan kemampuan fisik mereka.
Sistem Seleksi yang Terukur
NPC Indonesia menerapkan sistem asesmen yang komprehensif dalam program pencarian bakat ini. Sebanyak 20 komponen seleksi digunakan untuk menilai potensi atlet disabilitas. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan prestasi atlet dengan menempatkan mereka pada cabang olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik masing-masing.
Sebelumnya, banyak atlet disabilitas diarahkan ke cabang olahraga tertentu, seperti atletik, karena dianggap lebih mudah. Namun, Rima Ferdianto menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak selalu optimal. "Dengan sistem assessment ini, atlet akan diarahkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya," katanya. Sistem ini diharapkan dapat mencegah atlet berhenti berprestasi hanya karena kurang tepatnya penempatan cabang olahraga.
Contohnya, seorang atlet dengan postur tubuh tertentu mungkin lebih cocok untuk cabang olahraga boccia daripada atletik. Dengan asesmen yang tepat, potensi atlet dapat lebih tergali dan dikembangkan secara maksimal. Hal ini sejalan dengan upaya NPC Indonesia untuk meningkatkan prestasi olahraga disabilitas secara keseluruhan.
Kemandirian dan Dukungan Swasta
Program pencarian bakat ini dijalankan secara mandiri oleh NPC Indonesia tanpa mengandalkan anggaran pemerintah. NPC Indonesia secara aktif menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk mendukung pelaksanaan program ini. Hal ini menunjukkan komitmen NPC Indonesia untuk menciptakan sistem pembinaan atlet disabilitas yang berkelanjutan.
Rima Ferdianto juga menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam pembinaan atlet disabilitas. Selain asesmen, NPC Indonesia juga memberikan rekomendasi cabang olahraga yang tepat bagi atlet. "Sebelumya, banyak atlet yang ketika kalah di satu cabang olahraga langsung pensiun, padahal jika diarahkan ke cabang yang sesuai, mereka bisa meraih prestasi lebih tinggi," tambahnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada pencarian bakat, tetapi juga pada pembinaan dan pengembangan atlet secara berkelanjutan.
Saat ini, pencarian bakat sedang berlangsung di GOR Otista, Jakarta Timur. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diadakan di Jakabaring Sport City, Palembang. NPC Indonesia akan melanjutkan program ini ke berbagai provinsi lainnya, termasuk Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat, hingga Juni mendatang.
Program ini merupakan langkah nyata NPC Indonesia dalam meningkatkan prestasi olahraga disabilitas di Indonesia. Dengan sistem seleksi yang terukur dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat menghasilkan atlet-atlet disabilitas berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Upaya ini juga menunjukkan komitmen NPC Indonesia untuk memberdayakan dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam bidang olahraga.