{{caption}}
Pacific Caesar Surabaya Evaluasi Pertahanan Usai Kalah dari Satya Wacana

Kekalahan Pacific Caesar Surabaya dari Satya Wacana Salatiga dalam laga IBL 2025 menjadi fokus evaluasi tim, terutama pada sektor pertahanan yang dinilai perlu diperkuat untuk sisa musim.

{{caption}}
Strategi Buruk dan Pelanggaran Fatal: Pacific Caesar Surabaya Takluk dari Pelita Jaya

Pacific Caesar Surabaya takluk dari Pelita Jaya dengan skor 94-101 di kandang sendiri. Pelatih Andika Supriadi Saputra menyebut strategi bertahan yang kurang optimal dan pelanggaran di menit akhir sebagai penyebab kekalahan.

{{caption}}
Pertahanan Dewa United Kokoh, Tumbangkan Pacific Caesar 92-75

Pelatih Dewa United, Pablo Favarel, memuji solidnya pertahanan timnya yang menjadi kunci kemenangan atas Pacific Caesar Surabaya pada laga IBL 2025 dengan skor 92-75.

{{caption}}
Dewa United Tundukkan Pacific Caesar dengan Skor Telak 92-75

Dewa United Banten berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Pacific Caesar Surabaya dengan skor 92-75 dalam pertandingan Jumat malam di GOR Pacific Caesar.

{{caption}}
Pacific Caesar Surabaya Terpuruk, Lemahnya Pertahanan di Paint Area Jadi Biang Keladi

Pacific Caesar Surabaya menelan kekalahan beruntun di IBL 2025, pelatih Dhimaz Anis Setiaputra soroti kelemahan di paint area sebagai penyebab utama.

{{caption}}
Pacific Caesar Surabaya Kalah Tipis, Pelatih Sorot Disiplin Pemain dan Eksekusi Serangan

Pelatih Pacific Caesar Surabaya menyoroti buruknya eksekusi serangan dan kurangnya disiplin pemain sebagai penyebab kekalahan tipis dari Bima Perkasa Jogja dalam lanjutan IBL 2025.

{{caption}}
Pacific Caesar Surabaya Akui Banyak PR, Bidik Perbaikan di IBL 2025

Pacific Caesar Surabaya mengakui sejumlah kelemahan dalam pertahanan dan fokus permainan setelah menelan empat kekalahan beruntun di IBL 2025, dan bertekad untuk segera memperbaiki kekurangan tersebut.

{{caption}}
Pacific Caesar Surabaya Akui Kesalahan Strategi Usai Kalah Telak dari Hangtuah Jakarta

Pelatih dan pemain Pacific Caesar Surabaya mengakui kesalahan strategi dan permainan terburu-buru sebagai penyebab kekalahan telak 54-89 melawan Hangtuah Jakarta di IBL 2025.