103 Ribu Kendaraan dari Timur Padati Trans Jawa di H+1 Lebaran
Lonjakan signifikan kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa tercatat di H+1 Lebaran, mencapai 103.800 kendaraan melalui GT Cikampek Utama, meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Jakarta, 3 April 2025 - Arus balik Lebaran 2025 di Trans Jawa menunjukan peningkatan signifikan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 103.800 kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada H+1 Lebaran, Rabu (2 April). Peningkatan ini terjadi baik dari arah timur maupun barat, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/4), menyatakan bahwa angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 39 persen dibandingkan lalu lintas normal yang rata-rata 74.700 kendaraan. Lonjakan ini menjadi bukti tingginya animo masyarakat untuk mudik dan balik Lebaran tahun ini melalui jalur Trans Jawa.
Data yang dirilis PT JTT juga menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan di berbagai titik sepanjang jalur Trans Jawa. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di GT Cikampek Utama, tetapi juga di gerbang tol lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menandakan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di berbagai ruas jalan tol.
Distribusi Kendaraan di Trans Jawa H+1 Lebaran
Data yang dihimpun PT JTT menunjukkan distribusi kendaraan yang cukup merata di sepanjang jalur Trans Jawa. Di Jawa Tengah, terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan di GT Kalikangkung dan GT Banyumanik. Sementara di Jawa Timur, peningkatan terlihat di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama, menunjukkan kepadatan lalu lintas yang tinggi di berbagai wilayah.
Lebih rinci, di Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat 69.665 kendaraan meninggalkan Semarang (naik 81,46 persen dari lalu lintas normal), sementara 120.828 kendaraan menuju Semarang (naik 208,27 persen). GT Banyumanik mencatat 92.306 kendaraan menuju Jakarta (naik 102,47 persen) dan 149.016 kendaraan menuju Solo (naik 163,11 persen).
Di Jawa Timur, situasi serupa terlihat di beberapa GT. GT Warugunung mencatat 95.814 kendaraan menuju Jakarta (naik 92,56 persen) dan 91.431 kendaraan menuju Surabaya (naik 72,06 persen). GT Kejapanan Utama mencatat 100.122 kendaraan menuju Surabaya (naik 64,06 persen) dan untuk jalur menuju Malang tercatat 107.814 kendaraan (naik 86,89 persen). Data lain menunjukkan 50.398 kendaraan menuju Surabaya (naik 62,93 persen) dan 56.122 kendaraan menuju Malang (naik 68,09 persen) melalui jalur lain.
Perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut merupakan akumulasi data dari H-1 sampai H+1 Lebaran. Hal ini menunjukkan betapa tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran tahun ini.
Imbauan Keselamatan dari PT JTT
Menanggapi lonjakan volume kendaraan ini, PT JTT mengimbau para pengguna jalan tol Trans Jawa untuk selalu mengutamakan keselamatan. "Kami mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol. Pastikan diri dan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan kecukupan daya, BBM dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan," ujar Ria.
Persiapan yang matang sebelum perjalanan sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Dengan persiapan yang baik, diharapkan arus balik Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.
PT JTT berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol Trans Jawa. Semoga data ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi lalu lintas di Trans Jawa selama periode arus balik Lebaran 2025.