321 Koperasi Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengumumkan 321 koperasi siap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, berperan sebagai penyedia bahan baku makanan bergizi bagi pelajar.
Malang, Jawa Timur, 25 Februari 2024 - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Budi Arie Setiadi, mengumumkan kesiapan 321 koperasi untuk mendukung penuh kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengumuman ini disampaikan setelah Menkop UKM melakukan kunjungan ke MTs dan SMK An-Nur di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa lalu. Program MBG sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah.
Kesiapan 321 koperasi tersebut telah diverifikasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Verifikasi ini memastikan kesiapan koperasi baik dari segi kelembagaan maupun bisnis untuk memenuhi kebutuhan program MBG. "Kalau berdasarkan data kami, sudah ada 321 koperasi yang terverifikasi dan telah siap secara kelembagaan serta bisnis (mendukung MBG)," jelas Menkop UKM Budi Arie Setiadi.
Peran koperasi dalam program MBG sangat krusial. Koperasi akan menjadi penyedia utama bahan baku makanan bergizi bagi para pelajar. Bahan baku tersebut meliputi beras, sayur, daging, telur, buah, dan susu. Semua bahan baku ini akan diolah menjadi paket makan bergizi yang siap disajikan untuk siswa-siswa.
Peran Koperasi dalam MBG dan Pengembangannya
Menkop UKM Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya peran koperasi sebagai komponen sentral dalam keberhasilan program MBG. Koperasi tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jadi koperasi sampai saat ini terus melakukan konsolidasi dan pendataan kepada koperasi yang siap memasok bahan baku untuk MBG," tambahnya.
Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk terus melakukan verifikasi dan pendataan untuk melibatkan lebih banyak koperasi dalam program MBG. Dari total 1.300 koperasi yang didata, saat ini sudah 321 koperasi yang dinyatakan siap. "Verifikasi itu tugas kami untuk memastikan (kesiapan koperasi). Makanya tadi yang sudah fit (layak) ada 321 koperasi itu dari 1.300an yang kami data. Nanti kami melakukan pendataan terus," ujar Menkop UKM.
Pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan koperasi di wilayahnya masing-masing. Hal ini penting tidak hanya untuk mendukung program MBG, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. "Semua daerah kan ada koperasi, ada kepala dinas dan nanti daerah melakukan pembinaan. Pokoknya harus menjadi gaya baru di dalam kehidupan ke depan, karena koperasi itu adalah instrumen meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegas Menkop UKM.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Koperasi
Lebih lanjut, Menkop UKM menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan koperasi. Dukungan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan koperasi, sehingga dapat berkontribusi maksimal bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah akan sangat membantu koperasi dalam meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.
Program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi pelajar dalam hal peningkatan gizi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui pemberdayaan koperasi. Dengan melibatkan koperasi dalam program ini, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan anggota koperasi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, Kementerian Koperasi dan UKM akan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah koperasi yang terlibat dalam program MBG. Hal ini dilakukan melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi bagi koperasi agar mampu memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.