66 Pohon Tumbang Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang di Bantul
Hujan lebat disertai angin kencang di Bantul mengakibatkan 66 pohon tumbang, kerusakan rumah warga, dan gangguan infrastruktur, namun tidak ada korban jiwa.
Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu, 23 Februari 2024. Akibatnya, 66 pohon tumbang dan sejumlah kerusakan infrastruktur dilaporkan terjadi. Kejadian ini terjadi di 16 kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Bantul. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan dampaknya yang cukup signifikan bagi warga setempat.
Menurut keterangan Antoni Hutagaol, hujan lebat dan angin kencang yang melanda Bantul menyebabkan kerusakan yang cukup meluas. Tidak hanya pohon tumbang, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, jaringan listrik, akses jalan, dan fasilitas umum lainnya. Meskipun kerusakan cukup signifikan, beruntungnya tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dan menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. BPBD Bantul telah mengambil langkah-langkah untuk menangani dampak dari bencana alam ini dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Proses penanganan pohon tumbang masih terus berlanjut, dan pendataan kerusakan masih dilakukan di lapangan.
Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem di Bantul
Kerusakan terparah akibat cuaca ekstrem di Bantul terpusat di Kelurahan Triwidadi, Pajangan. Di kelurahan ini, tercatat 12 titik pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan pada 27 rumah warga. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak angin kencang yang menerjang wilayah tersebut. Selain itu, dampak cuaca ekstrem juga mengakibatkan gangguan pada infrastruktur penting.
Sebanyak 18 titik jaringan listrik terganggu, menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Satu titik jaringan internet juga terputus, mengganggu akses komunikasi dan informasi. Akses jalan di 13 titik terhambat akibat pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur lainnya. Selain itu, dua fasilitas umum, tiga tempat usaha, satu kandang ternak, dan satu talud juga mengalami kerusakan.
Meskipun kerusakan material cukup signifikan, BPBD Bantul mencatat hanya satu orang mengalami luka ringan. Estimasi total kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp7,6 juta. Angka ini kemungkinan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya proses pendataan di lapangan.
Penanganan Bencana dan Imbauan BPBD
Dalam menangani kejadian ini, BPBD Bantul bekerja sama dengan berbagai elemen, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), relawan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), dan lembaga terkait lainnya. Kerja sama antar lembaga ini sangat penting untuk memastikan penanganan bencana yang efektif dan efisien.
BPBD Bantul juga telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. "Selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, selalu berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Antoni Hutagaol. Imbauan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.
Proses penanganan pohon tumbang masih terus dilakukan, dan pendataan kebutuhan logistik seperti makanan dan terpal masih berlangsung. BPBD Bantul berkomitmen untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak agar mereka dapat segera pulih dari bencana ini. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi di masa depan.
Berikut rincian dampak cuaca ekstrem di Bantul:
- 66 pohon tumbang
- 27 rumah rusak
- 18 titik jaringan listrik terganggu
- 1 titik jaringan internet terganggu
- 13 titik akses jalan terhambat
- 2 fasilitas umum rusak
- 3 tempat usaha rusak
- 1 kandang ternak rusak
- 1 talud rusak
- 4 kerusakan lainnya
- 1 orang luka ringan
- Estimasi kerugian Rp7,6 juta
BPBD Bantul terus berupaya untuk membantu warga yang terdampak dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.