Bantul Siapkan 13 TPR Wisata Antisipasi Lonjakan Pengunjung Lebaran 2025
Dinas Pariwisata Bantul siapkan 13 tempat pemungutan retribusi (TPR) sementara di berbagai lokasi wisata untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2025.
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersiap menyambut lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2025. Dinas Pariwisata Bantul telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, salah satunya dengan mempersiapkan 13 tempat pemungutan retribusi (TPR) sementara di berbagai lokasi wisata. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, pada Jumat, 28 Maret 2024. Persiapan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran kunjungan wisatawan dan mengelola potensi membludaknya pengunjung selama periode liburan Idul Fitri.
Menurut Saryadi, penyiapan TPR sementara ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan kunjungan wisata. Lokasi TPR tersebar di berbagai destinasi populer, mencakup pantai-pantai selatan Bantul seperti Parangtritis, Depok, Baros, Samas, Pandansari, Goa Cemara, Patehan, Cangkring, Kwaru, Baru, dan Pandansimo. Selain pantai, TPR juga disiapkan di kawasan wisata alam lainnya, yaitu Goa Selarong di Kecamatan Pajangan dan Goa Cerme di Imogiri.
Lebih lanjut, Saryadi menjelaskan bahwa sekitar 140 petugas akan dikerahkan untuk bertugas di TPR selama libur Lebaran. Petugas ini merupakan gabungan dari petugas pemungut retribusi yang sudah ada dan tambahan tenaga dari lintas sektor. Langkah ini menunjukkan kesiapan Pemkab Bantul dalam menghadapi potensi peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan.
Antisipasi Kemacetan dan Pengamanan Wisata
Antisipasi tidak hanya terfokus pada pengelolaan retribusi. Dinas Pariwisata Bantul juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Koordinasi dilakukan dengan Polres Bantul, Koramil, Polairud, TNI AL, SAR, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif dan mengatasi potensi masalah yang mungkin timbul selama periode liburan ramai.
Selain itu, upaya penguatan layanan informasi pariwisata juga dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan mudah diakses oleh wisatawan. Kampanye wisata ramah lingkungan juga digalakkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata di Bantul.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, menambahkan bahwa sekitar 50 personel telah disiapkan untuk mengamankan jalur-jalur rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama di sekitar Pantai Parangtritis dan kawasan wisata perbukitan Mangunan Dlingo. Rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di titik-titik rawan macet, misalnya dengan mengarahkan kendaraan menuju Pantai Parangtritis melalui jalur alternatif.
Pengaturan Lalu Lintas dan Rute Alternatif
Singgih Riyadi menjelaskan lebih detail mengenai pengaturan lalu lintas. Untuk menuju Pantai Parangtritis, kendaraan akan diarahkan melalui jalur alternatif Pundong-Jalan Parangtritis. Sedangkan untuk keluar dari kawasan tersebut, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Lintas Selatan (JJLS). Di kawasan Mangunan, bus wisata akan diarahkan menuju Patuk, Gunungkidul, hingga Watu Goyang, sebelum kemudian diputar balik.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Bantul ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2025. Dengan adanya persiapan yang matang, diharapkan kunjungan wisatawan dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan wisata.
Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman wisata yang positif bagi para pengunjung dan memastikan kelancaran operasional di destinasi wisata Bantul selama libur Lebaran. Dengan koordinasi yang baik antar instansi, diharapkan potensi masalah seperti kemacetan dan gangguan keamanan dapat diminimalisir.