BBPA Dorong Bahasa Aceh di Pendidikan: Warisan Budaya untuk Generasi Muda
Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) mendorong penggunaan bahasa Aceh dalam pendidikan untuk melestarikan budaya dan meningkatkan mutu pendidikan, sejalan dengan tema Hari Bahasa Ibu Internasional 2025.
Pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 2025, Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA) menyerukan pentingnya integrasi bahasa Aceh dalam sistem pendidikan di Aceh. Peringatan yang jatuh pada 21 Februari ini mengusung tema "Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua", sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran akan peran krusial bahasa ibu dalam pembelajaran.
Kepala BBPA, Umar Solikhan, menekankan pentingnya peran bahasa daerah dalam membangun pendidikan berkualitas. Pernyataan ini disampaikan di Banda Aceh pada Kamis, 27 Februari. Solikhan menjelaskan bahwa peringatan HBII merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga dan melestarikan bahasa ibu sebagai jati diri bangsa.
Peringatan HBII ke-25 tahun ini memiliki makna spesial, mengingat penetapannya oleh UNESCO sejak tahun 2000. Hal ini juga sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 32 ayat (2) yang menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. "Sejak HBII dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 2000, PHBII beserta tindak lanjutnya juga sesuai dengan mandat peraturan perundang-undangan," kata Solikhan.
Pentingnya Bahasa Aceh sebagai Bahasa Pengantar
Umar Solikhan lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tema HBII 2025, dibutuhkan kerja sama semua pihak, terutama Pemerintah Aceh. Penerapan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar di kelas awal dan integrasi muatan lokal bahasa Aceh di semua sekolah dasar dinilai sangat penting.
Ia meyakini bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahasa ibu akan meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan prestasi belajar siswa. Dengan belajar melalui bahasa yang mereka kuasai, siswa dapat lebih cepat menyerap pengetahuan dan mengekspresikan diri.
Hal ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan literasi di kalangan anak-anak Aceh. Penggunaan bahasa Aceh di sekolah diharapkan dapat memperkuat identitas budaya dan meningkatkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
BBPA berharap agar inisiatif ini dapat diimplementasikan secara efektif dan menyeluruh di seluruh Aceh.
Dukungan Pelestarian Bahasa dan Budaya Aceh
Inisiatif BBPA ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Banyak yang melihat pentingnya pelestarian bahasa Aceh sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya Aceh. Bahasa Aceh, dengan kekayaan kosa katanya, menyimpan sejarah dan nilai-nilai luhur yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain itu, penggunaan bahasa Aceh dalam pendidikan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa daerah mereka. Hal ini penting untuk mencegah hilangnya bahasa Aceh akibat dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pelestarian budaya dan bahasa Aceh sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas daerah.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan program ini.
Langkah Konkret Implementasi Program
Untuk mendukung implementasi program ini, BBPA berencana untuk menyediakan berbagai sumber daya, seperti buku pelajaran, pelatihan guru, dan materi pembelajaran yang berbasis bahasa Aceh. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, juga akan terus ditingkatkan.
Selain itu, BBPA juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian bahasa Aceh. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap program ini.
Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi pendidikan dan pelestarian budaya di Aceh.
Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya pelestarian bahasa daerah dan peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui program ini, BBPA berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda Aceh yang cerdas, berkarakter, dan bangga akan budayanya.