Bombana Buka Peluang Investasi: Galangan Kapal di Sulawesi Tenggara
Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, membuka peluang investasi pembangunan galangan kapal untuk memenuhi kebutuhan perbaikan dan perawatan kapal di wilayah tersebut, serta meningkatkan pendapatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), membuka lebar peluang investasi bagi pengusaha lokal maupun asing untuk membangun galangan kapal. Kebutuhan akan perbaikan dan perawatan kapal di wilayah Bombana yang cukup tinggi menjadi dasar kebijakan ini. Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa keberadaan sejumlah pelabuhan penyeberangan kapal feri dan kapal-kapal perusahaan tambang yang memerlukan perawatan berkala, menciptakan potensi pasar yang signifikan.
"Bombana memiliki beberapa pelabuhan penyeberangan kapal feri, dari ke (Tondasi-Muna Barat, Fising Kabaena dan Poleang-Bajoe Kabupaten Bone) tentu membutuhkan dok kapal. Belum lagi kapal-kapal besi milik sejumlah perusahaan tambang, membutuhkan perbaikan kapal dalam jangka waktu tertentu," ungkap Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani di Kendari, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya pembangunan galangan kapal ini tidak hanya untuk efisiensi perawatan kapal, tetapi juga sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Proyek ini diyakini mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Investasi Strategis, Untung Berlipat
Pembangunan galangan kapal di Bombana dinilai sebagai investasi strategis dengan beberapa keuntungan. Luas lahan yang dibutuhkan relatif kecil, hanya sekitar 2-3 hektare di kawasan pantai. Hal ini tentu berbeda dengan investasi pertambangan yang memerlukan lahan yang jauh lebih luas. Dengan investasi yang relatif lebih terjangkau, potensi keuntungan dan dampak positif bagi perekonomian daerah sangat besar.
Keberadaan galangan kapal ini akan memangkas biaya dan waktu perbaikan kapal. Saat ini, kapal-kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kasipute Bombana dan Baubau harus menempuh perjalanan jauh ke Makassar atau Ambon untuk perawatan. Dengan adanya galangan kapal di Bombana, perawatan dapat dilakukan secara lokal, lebih efisien, dan lebih cepat.
Wakil Bupati juga menyinggung adanya perusahaan tambang yang telah secara diam-diam membangun fasilitas galangan kapal untuk keperluan internal. Namun, beliau menekankan pentingnya legalitas dan izin usaha yang resmi untuk kegiatan tersebut. Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kontribusi bagi pendapatan daerah.
Solusi Lokal, Dampak Nasional
Ahmad Yani menambahkan bahwa pembangunan galangan kapal di Bombana merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan perawatan kapal di wilayah tersebut dan sekitarnya. Beliau mencatat bahwa di Sulawesi Tenggara, hanya Makassar dan Ambon yang memiliki galangan kapal berskala besar. Keberadaan galangan kapal di Bombana akan mengisi kekosongan ini dan memberikan dampak positif bagi perekonomian regional.
Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada investor yang berminat. Pemerintah daerah akan menyediakan lahan dan mempermudah proses perizinan. Ketiadaan anggaran untuk membangun galangan kapal sendiri membuat pemerintah daerah lebih fokus pada upaya menarik investasi swasta.
Dengan adanya peluang investasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memajukan perekonomian Bombana dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan. Pembangunan galangan kapal ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga investasi masa depan yang berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Selain itu, keberadaan galangan kapal juga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas perawatan kapal di wilayah tersebut, sehingga dapat mendukung kelancaran aktivitas pelayaran dan perekonomian daerah.