Danrem 132/Tadulako Tinjau Demplot Pertanian di Toli-Toli, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Brigjen TNI Deni Gunawan meninjau program ketahanan pangan berupa demplot pertanian di Toli-Toli, Sulawesi Tengah, sebagai upaya TNI AD mendukung swasembada pangan nasional.
Toli-Toli, Sulawesi Tengah, 27 Februari 2025 - Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, Brigjen TNI Deni Gunawan, Kamis lalu melakukan peninjauan terhadap program ketahanan pangan berupa pengembangan demplot (demonstration plot) pertanian Kodim 1305/Buol-Tolitoli (BT) di Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli-Toli. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan berjalannya program yang mendukung swasembada pangan nasional.
Brigjen TNI Deni Gunawan menekankan pentingnya peran TNI AD dalam menjaga ketahanan pangan negara. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Program pengembangan demplot pertanian ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD untuk membantu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan dan hasil dari program yang telah berjalan. Danrem berharap program ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi petani di sekitar lokasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
Pengembangan Demplot Pertanian di Toli-Toli
Demplot pertanian seluas 1,6 hektare tersebut ditanami padi varietas Inpari 50 yang ditanam pada 19 Januari 2025 dan jagung varietas Bisi Dua yang ditanam pada 10 Januari 2025. Lahan ini sengaja disiapkan sebagai percontohan bagi para petani, agar mereka dapat belajar dan mengadopsi teknik pertanian yang lebih inovatif dan efektif.
Brigjen TNI Deni Gunawan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, memastikan produksi pangan tetap stabil, dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kreasi dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
Dengan adanya lahan demplot ini, diharapkan petani dapat meningkatkan hasil produksi pangan di lahan mereka masing-masing. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. "Ketahanan pangan adalah kunci dalam menjaga stabilitas nasional. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani sekitar untuk meningkatkan produksi padi," ujar Danrem.
Lebih lanjut, Danrem juga berharap agar program ini dapat menjadi acuan bagi daerah lain dalam meningkatkan produksi pangan. Ia menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan program swasembada pangan nasional.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Dalam kunjungannya, Brigjen TNI Deni Gunawan juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan hasil pertanian. Kerjasama yang solid diyakini akan mampu mempercepat tercapainya swasembada pangan di Indonesia.
Ia berharap, program demplot pertanian ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani. Dengan demikian, mereka dapat menerapkan teknologi pertanian modern dan meningkatkan efisiensi dalam bercocok tanam.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Meningkatnya hasil pertanian akan meningkatkan pendapatan petani, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
Secara keseluruhan, peninjauan Danrem 132/Tadulako terhadap program demplot pertanian di Toli-Toli ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai swasembada pangan nasional. Hal ini juga menunjukkan pentingnya kerjasama dan sinergi antar berbagai pihak dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Melalui program ini, TNI AD tidak hanya berperan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.