Dinkes Tulungagung Ajukan Tambahan Anggaran Fogging Akibat Meningkatnya Kasus Demam Berdarah
Dinas Kesehatan Tulungagung mengajukan tambahan anggaran fogging ke DPRD karena peningkatan kasus demam berdarah dan empat kematian di awal tahun 2025.
Tulungagung, Jawa Timur, 24 Februari 2025 - Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada awal tahun 2025 telah memaksa Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengajukan tambahan anggaran untuk kegiatan fogging atau pengasapan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Angka kematian akibat DBD juga meningkat, menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluasnya wabah.
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, anggaran fogging tahun ini sangat terbatas. Hanya dialokasikan untuk 20 kali pengasapan, jauh berkurang dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 80 kali. Hal ini dikarenakan anggaran yang tersedia telah terpakai separuhnya hingga pekan ketujuh tahun 2025. Dengan peningkatan kasus yang signifikan, kekhawatiran akan kekurangan anggaran untuk pengendalian wabah DBD semakin nyata.
Situasi ini diperparah dengan adanya empat kasus kematian akibat DBD hingga bulan Februari 2025. Korban meninggal dunia didominasi oleh anak-anak dan balita, dengan kasus tersebar di beberapa kecamatan. Dua kasus kematian terjadi di Kecamatan Pakel, satu kasus di Sumbergempol, dan satu kasus lainnya di Kecamatan Kedungwaru. Lonjakan kasus DBD juga terlihat dari angka 154 kasus pada Januari 2025 yang meningkat menjadi 198 kasus hingga pekan ketiga Februari 2025. Tren peningkatan ini memicu kekhawatiran akan peningkatan angka kematian di tahun 2025.
Anggaran Fogging Terbatas, Kasus DBD Meningkat
Minimnya anggaran fogging menjadi kendala utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah DBD di Tulungagung. "Hingga pekan ketujuh 2025, anggaran fogging sudah terpakai separuh. Kami khawatir ini tidak cukup, mengingat kasus DB terus meningkat," ujar Desi Lusiana Wardhani. Beliau menekankan pentingnya tambahan anggaran untuk memastikan program fogging dapat berjalan efektif dan mencegah meluasnya wabah.
Dinkes Tulungagung telah berupaya mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dengan mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus. Metode ini meliputi menutup, menguras, dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menaburkan larvasida. Namun, fogging tetap menjadi opsi terakhir dan hanya dilakukan jika terdapat minimal dua kasus DBD dalam radius 200 meter dan telah terbukti terjadi penularan berdasarkan penyelidikan epidemiologi.
Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan, peningkatan kasus dan kematian akibat DBD tetap menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, Dinkes Tulungagung berharap DPRD dapat menyetujui pengajuan tambahan anggaran dalam pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang. "Semoga nanti ada tambahan alokasi anggaran," harap Desi.
Imbauan kepada Masyarakat
Dinkes Tulungagung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif dalam mencegah penyebaran DBD. Selain melakukan PSN dengan metode 3M Plus, masyarakat juga dihimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi, pusing, mual, muntah, dan ruam kulit. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan kematian akibat DBD.
Dengan adanya peningkatan kasus dan kematian akibat DBD, diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mencegah meluasnya wabah. Pengajuan tambahan anggaran fogging diharapkan dapat membantu Dinkes Tulungagung dalam menjalankan program pengendalian DBD secara efektif dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Situasi ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit. Partisipasi aktif masyarakat dalam PSN merupakan kunci utama dalam menekan angka kasus DBD di Tulungagung.
Harapan Terhadap Persetujuan DPRD
Desi Lusiana Wardhani mengungkapkan harapannya agar DPRD Tulungagung dapat menyetujui usulan tambahan anggaran fogging. Penambahan anggaran ini dinilai sangat krusial untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian wabah DBD yang semakin meningkat. Dengan dukungan dari DPRD, Dinkes Tulungagung optimis dapat menekan angka kasus dan kematian akibat DBD di masa mendatang.