DPR Dorong UMKM Sidoarjo Naik Kelas: Strategi Promosi hingga Perlindungan Usaha
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong UMKM Sidoarjo naik kelas melalui strategi promosi di jalan tol dan rest area, serta perlindungan usaha dan peningkatan akses KUR.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dalam kunjungannya ke Sidoarjo pada Selasa, 25 Maret 2024, mendorong peningkatan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Beliau menekankan potensi besar UMKM Sidoarjo, yang meliputi wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Pasuruan, Mojokerto), dengan UMR yang cukup tinggi. Langkah konkret perlu diambil untuk memajukan sektor UMKM ini dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Salah satu strategi yang diusulkan adalah promosi agresif melalui videotron di sepanjang jalan tol yang melintasi Sidoarjo. Dengan panjang jalan tol lebih dari 30 kilometer yang melewati pusat kota, potensi paparan produk UMKM kepada pengendara sangat besar. "Ini yang dulu saya inginkan," kata Bambang Haryo Soekartono, "panjang jalan dan tol yang melewati Sidoarjo lebih dari 30 kilometer dan lewat di tengah kota ini menjadi kemudahan untuk promosi tentang produk-produk yang ada di Sidoarjo."
Selain itu, beliau juga mengusulkan pemanfaatan rest area jalan tol sebagai tempat pemasaran produk UMKM Sidoarjo. Sistem bergilir bagi 1.000 UMKM untuk memamerkan produknya diharapkan dapat mengurangi dominasi produk luar negeri dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM lokal. "Ini, jadi paling tidak bergantian 1.000 UMKM bisa masuk ke sana sehingga bukan produk-produk luar negeri yang masuk ke sana, tapi produk-produk masyarakat Sidoarjo," tambahnya.
Strategi Pemerintah untuk UMKM Sidoarjo
Bambang Haryo Soekartono juga menyampaikan beberapa inisiatif pemerintah untuk mendukung UMKM. Salah satunya adalah pembentukan satgas perlindungan UMKM bersama Polri untuk mencegah pungutan liar dan praktik-praktik ilegal yang merugikan pelaku UMKM. "Masyarakat juga harus mengerti jika Pak Prabowo dengan Kementerian UMKM-nya sudah menyampaikan akan membentuk satgas perlindungan UMKM bersama-sama dengan Kapolri. Kemarin sudah dibicarakan dan semua perlindungan diberikan kepada UMKM agar tidak ada kutipan-kutipan yang masuk yang mengambil dari UMKM yang tidak resmi," jelasnya.
Inisiatif lain adalah peningkatan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinaikkan dari Rp280 triliun menjadi Rp300 triliun. Lebih lanjut, UMKM dengan pinjaman hingga Rp100 juta tidak diwajibkan memberikan agunan. "Dari Rp280 triliun menjadi Rp300 triliun melalui Menteri UMKM sudah sampaikan sesuai dengan yang ada di ini serta UMKM dengan pinjaman Rp100 juta ke bawah tidak ada agunan," ungkap Bambang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Edi Kurniadi, menambahkan bahwa pemerintah daerah juga memiliki empat program prioritas untuk UMKM, yaitu peningkatan kelas UMKM, bantuan modal usaha Rp50 juta, renovasi warung rakyat, dan percepatan perizinan usaha. Program-program ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan mendorong pertumbuhan UMKM di Sidoarjo.
Dukungan Terpadu untuk UMKM
Program-program yang telah disebutkan di atas menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung kemajuan UMKM di Sidoarjo. Strategi promosi yang terintegrasi, perlindungan usaha yang lebih kuat, dan akses permodalan yang lebih mudah diharapkan dapat mendorong UMKM Sidoarjo untuk naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian daerah. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk memastikan keberhasilan program-program ini.
Peningkatan kelas UMKM tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Dengan UMKM yang lebih maju dan berdaya saing, Sidoarjo dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian lokal. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dan komprehensif dari berbagai pihak sangat krusial untuk keberhasilan upaya ini.
Keberhasilan program ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Dengan adanya peningkatan akses pasar, perlindungan hukum, dan kemudahan permodalan, diharapkan semakin banyak UMKM yang berkembang dan maju, sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Komitmen dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini.