Efisiensi Anggaran Batam: Pembangunan RKB Tetap Lancar, Rp20 Miliar Ditetapkan
Pembangunan dan renovasi ruang kelas baru (RKB) di Batam tetap berjalan sesuai rencana meskipun pemerintah kota menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sekitar Rp60 miliar pada tahun 2025.
Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sekitar Rp60 miliar pada tahun 2025. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang meminta pemerintah daerah untuk menekan pengeluaran anggaran. Namun, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu rencana pembangunan dan perbaikan ruang kelas baru (RKB) di sekolah-sekolah Batam.
Tri Wahyu Rubianto menjelaskan bahwa pembangunan dan perbaikan RKB masih berlangsung dan dianggarkan melalui dana alokasi umum (DAU) dengan total anggaran sekitar Rp20 miliar. Ia menargetkan proses pembangunan selesai pada Maret 2025, dan proses seleksi penyedia jasa akan dimulai pada bulan April. "Saat ini rencana pembangunan dan perbaikan ruang kelas masih berlangsung yang dianggarkan melalui dana alokasi umum (DAU). Kita targetkan Maret selesai. April kita masuk ke seleksi pihak penyedia untuk pengerjaannya. Total anggarannya sekitar Rp20 miliar disana," ujarnya di Batam, Kamis.
Kebijakan efisiensi anggaran di Disdik Batam sendiri difokuskan pada penghematan anggaran perjalanan dinas. Disdik Batam telah berhasil memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen sesuai target yang ditetapkan oleh tim anggaran Pemkot Batam. Langkah penghematan ini juga mencakup kegiatan-kegiatan yang semula dilaksanakan di hotel, kini akan dipindahkan ke aset pemerintah seperti gedung sekolah. "Saat ini kami sedang melakukan proses efisiensi kembali untuk beberapa kegiatan-kegiatan yang awalnya dilaksanakan di hotel," kata Tri Wahyu Rubianto. "Untuk kegiatan yang dilaksanakan di hotel itu yang sudah berjalan ya sudah selesai, kontrak sudah selesai," tambahnya.
Pembangunan RKB Tetap Prioritas
Meskipun ada penghematan anggaran, pembangunan dan renovasi RKB tetap menjadi prioritas Disdik Batam. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batam. Dana sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan untuk proyek ini menunjukkan skala prioritas yang tinggi dalam rencana pembangunan infrastruktur pendidikan di Kota Batam. Proses seleksi penyedia jasa yang akan dimulai pada bulan April akan memastikan proyek ini dikerjakan oleh pihak yang kompeten dan berpengalaman.
Dengan selesainya pembangunan dan renovasi RKB pada bulan Maret, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar mengajar bagi siswa-siswa di Batam. Fasilitas pendidikan yang memadai merupakan kunci penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dan pembangunan RKB ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut. Proses pengadaan yang transparan dan akuntabel juga akan memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.
Target penyelesaian proyek pada Maret dan proses seleksi pada April menunjukkan perencanaan yang matang dan terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa Disdik Batam mampu mengelola anggaran dengan baik meskipun di tengah kebijakan efisiensi. Komitmen Disdik Batam dalam memastikan pembangunan RKB tetap berjalan lancar patut diapresiasi.
Efisiensi Anggaran: Fokus pada Perjalanan Dinas
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Inpres tersebut meminta setiap pemerintah daerah untuk menekan pengeluaran anggaran. Dengan demikian, penghematan anggaran sebesar Rp60 miliar di Kota Batam pada tahun 2025 merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mengelola keuangan negara secara lebih efisien dan efektif.
Fokus efisiensi anggaran pada sektor perjalanan dinas menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran. Penghematan 50 persen pada anggaran perjalanan dinas menunjukkan keberhasilan Disdik Batam dalam menerapkan kebijakan efisiensi. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah lainnya dalam mengelola anggaran secara lebih hemat dan efisien.
Penggunaan aset pemerintah seperti gedung sekolah sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan juga merupakan langkah yang tepat dalam rangka efisiensi anggaran. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya sewa hotel, tetapi juga mendukung pemanfaatan aset pemerintah secara optimal. Dengan demikian, anggaran yang dihemat dapat dialokasikan untuk program-program pembangunan lainnya yang lebih penting.
Kebijakan efisiensi anggaran di Batam menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan transparan. Meskipun ada penghematan anggaran, pembangunan dan renovasi RKB tetap menjadi prioritas. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batam.
Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran secara lebih efektif dan efisien untuk program-program pembangunan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat Batam.