Gubernur Bali Desak Denpasar Perbanyak Kawasan Hijau, Dorong Penggunaan Energi Bersih
Gubernur Bali, I Wayan Koster, mendesak Pemkot Denpasar untuk memperluas kawasan hijau dan beralih ke energi bersih demi kualitas udara dan target net zero emission 2045.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Denpasar ke-237 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Kamis (27/2), menekankan pentingnya peningkatan kawasan hijau di kota tersebut. Permintaan ini disampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan indah bagi warganya. Langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan Bali yang hijau, sejuk, dan indah.
Menurut Gubernur Koster, perluasan kawasan hijau dan pembangunan taman kota harus dilakukan secara efektif dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Hal ini bukan hanya sekadar mempercantik kota, tetapi juga merupakan langkah krusial dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat Denpasar. Beliau juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi karbon.
Lebih lanjut, Gubernur Koster menjelaskan bahwa perbanyakan kawasan hijau merupakan bagian penting dari program Pemerintah Provinsi Bali untuk meningkatkan luasan hutan melalui penghijauan. Upaya ini, katanya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara di Bali dan mempercepat penurunan emisi karbon, sebagai langkah nyata dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2045. Ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat Bali.
Menuju Denpasar Hijau dan Berenergi Bersih
Selain mendorong perluasan kawasan hijau, Gubernur Koster juga mendesak Pemkot Denpasar untuk lebih fokus pada penggunaan energi bersih. Beliau mendorong pemanfaatan energi terbarukan, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan emisi karbon.
Gubernur Koster menekankan pentingnya peran Pemkot Denpasar dalam penggunaan PLTS atap. Ia berharap Denpasar menjadi yang terdepan dalam penerapan energi terbarukan ini, baik di kantor pemerintah, swasta, hotel, pasar swalayan, gedung pendidikan, rumah sakit, perumahan, maupun fasilitas umum lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Bali.
Program penggunaan PLTS atap ini bukan hanya sebatas wacana. Gubernur Koster menyatakan telah melakukan pertemuan dengan PT. PLN (Persero) untuk membahas rencana peningkatan penggunaan energi bersih terbarukan di Bali. Hasilnya, PLN berkomitmen untuk mengalokasikan 100 MW energi terbarukan untuk Bali tahun ini, dengan target mencapai 500 MW dalam tiga tahun ke depan. Program ini akan dijalankan secara cepat dan progresif.
Konteks dan Implementasi Program
Permintaan Gubernur Koster untuk memperbanyak kawasan hijau dan menggunakan energi bersih di Denpasar merupakan bagian dari upaya besar dalam menjaga lingkungan dan mencapai target net zero emission. Program ini memerlukan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Denpasar, sektor swasta, dan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali telah menunjukkan komitmennya dengan program penghijauan dan kerjasama dengan PT. PLN. Langkah selanjutnya adalah implementasi program di lapangan, yang memerlukan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat. Suksesnya program ini akan berdampak positif pada kualitas hidup masyarakat Denpasar dan lingkungan Bali secara keseluruhan.
Dengan adanya komitmen dari Gubernur Bali dan rencana dari PT. PLN, diharapkan Denpasar dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menerapkan program ramah lingkungan. Perpaduan antara perluasan kawasan hijau dan penggunaan energi bersih akan menciptakan kota yang lebih sehat, indah, dan berkelanjutan.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan perlu terus ditumbuhkan agar program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.