ID FOOD Negosiasikan Impor Daging Kerbau dari India untuk Tekan Harga
ID FOOD sedang bernegosiasi dengan India untuk impor daging kerbau guna menjaga harga jual daging kerbau di pasaran tetap di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp80.000.
Jakarta, 27 Februari 2024 - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, perusahaan holding BUMN bidang pangan, tengah melakukan negosiasi dengan India untuk mengimpor daging kerbau. Direktur Utama ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, menyatakan bahwa impor ini bertujuan untuk menjaga harga jual daging kerbau di pasaran tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp80.000.
Impor daging kerbau beku dari India akan dilakukan secara bertahap. ID FOOD akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan negosiasi antar pemerintah. Kenaikan harga daging kerbau di India saat ini menjadi alasan utama dilakukannya negosiasi dengan produsen di India untuk mendapatkan harga terbaik bagi Indonesia. Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan nasional sehari-hari.
Saat ini, permintaan daging kerbau diperkirakan mencapai 9.000 hingga 10.000 ton. Namun, ID FOOD menargetkan distribusi 19.000 ton daging kerbau beku selama bulan Ramadan. "Saya yakin kebutuhan stok Idul Fitri ini cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir soal stok daging sapi dan kerbau," ujar Wijayanto.
Negosiasi Harga dan Dampak Nilai Tukar Rupiah
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat bahwa harga daging kerbau di Indonesia meningkat karena kenaikan harga dari distributor India dan dampak nilai tukar dolar AS. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa harga daging kerbau dari pemasok India saat ini berada di kisaran US$3,8 hingga US$3,9 per kilogram, lebih tinggi dari harga sebelumnya yang sebesar US$3 per kilogram. "Untuk saat ini harganya sekitar US$3,8-3,9 per kilogram di India. Kita harus menghitung ulang dan mulai mencari vendor baru," kata Adi pekan lalu.
Selain kenaikan harga, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di sekitar Rp16.300 per dolar AS juga turut mempengaruhi harga daging kerbau yang dibeli oleh distributor. Kenaikan harga daging kerbau ini menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga impor dari India diharapkan dapat menjadi solusi untuk menstabilkan harga di pasaran dan memastikan ketersediaan daging kerbau bagi masyarakat Indonesia.
ID FOOD optimistis negosiasi dengan pemerintah India akan membuahkan hasil positif. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan bahan pangan penting bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Langkah Antisipasi Kenaikan Harga Daging Kerbau
Pemerintah melalui ID FOOD dan Bapanas berupaya untuk mengantisipasi lonjakan harga daging kerbau menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Impor daging kerbau dari India menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasaran. Selain impor, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan harga di tingkat produsen dan distributor untuk mencegah terjadinya manipulasi harga.
Langkah-langkah lain yang mungkin akan diambil pemerintah termasuk peningkatan produksi dalam negeri dan diversifikasi sumber pasokan daging kerbau. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat. Pemerintah juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian daging kerbau secara berlebihan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga daging kerbau dan memastikan ketersediaan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Transparansi informasi dan koordinasi antar lembaga terkait menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan.
Impor daging kerbau dari India diharapkan mampu memenuhi kebutuhan daging kerbau nasional, terutama selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia.