Jaringan Luas: Kunci Sukses Gerakan Sosial di Indonesia
Akademisi IPB soroti pentingnya jaringan luas bagi keberhasilan gerakan sosial, seperti yang dilakukan nelayan dan petani dalam memperjuangkan kebijakan.
Jakarta, 25 Februari 2025 - Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ivanovich Agusta, menekankan pentingnya jaringan luas bagi keberhasilan setiap gerakan sosial di Indonesia. Hal ini disampaikan Ivan, sapaan akrabnya, saat menjadi narasumber dalam Bedah Buku 'Perubahan Sosial dan Masa Depan Nelayan Indonesia' karya Rilus A. Kinseng di Jakarta. Ivan menjelaskan bahwa gerakan sosial, khususnya yang melibatkan kelompok masyarakat bawah seperti nelayan dan petani, membutuhkan dukungan yang meluas untuk mencapai tujuannya.
Ivan memberikan contoh nyata, "Gerakan sosial dapat berupa demonstrasi nelayan di Jakarta. Namun, yang lebih krusial adalah memiliki jaringan yang mampu menjangkau level menteri, bahkan Presiden." Ia menambahkan bahwa akses komunikasi yang efektif dengan pihak-pihak berpengaruh dari lapisan masyarakat menengah ke atas sangatlah penting untuk keberhasilan perjuangan kelompok masyarakat bawah. Tanpa akses ini, perjuangan tersebut akan kurang efektif.
Lebih lanjut, Ivan mengutip pandangan aktivis Munir Said Thalib yang menyatakan bahwa meskipun pemerintah sering mendapat kritik, tetap ada individu di dalamnya yang dapat diajak berdialog untuk memperjuangkan kepentingan kelompok masyarakat tertentu. Ivan menuturkan, "Seperti yang pernah dikatakan aktivis Munir, pemerintah memang tidak selalu baik, tetapi selalu ada orang baik di dalamnya yang bisa diajak berkomunikasi. Jika tidak, mungkin sejak lama dia sudah ditangkap." Hal ini menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi dan membangun relasi dalam gerakan sosial.
Jaringan Sosial: Jembatan Menuju Perubahan Kebijakan
Ivanovich Agusta menjelaskan bahwa buku 'Perubahan Sosial dan Masa Depan Nelayan Indonesia' karya Rilus A. Kinseng menekankan pentingnya pemanfaatan jaringan sosial untuk memperjuangkan kepentingan kelompok masyarakat. Buku tersebut, yang diterbitkan September 2024, memberikan panduan praktis bagi kelompok masyarakat untuk membangun dan memanfaatkan jaringan tersebut secara efektif.
Menurutnya, akses ke lapisan masyarakat menengah atas bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dukungan dari kelompok ini dapat memberikan akses ke sumber daya, informasi, dan pengaruh yang diperlukan untuk memperjuangkan perubahan kebijakan. Tanpa dukungan ini, gerakan sosial akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mencapai tujuannya.
Ivan menegaskan kembali pentingnya peran jaringan dalam gerakan sosial. Ia menyatakan, "Jadi, apakah gerakan petani harus didukung golongan menengah dan atas? Ya, tidak bisa gerakan itu sendiri jika kita belajar dari gerakan sosial yang ada di buku ini." Pernyataan ini menggarisbawahi perlunya kolaborasi dan kerja sama antar lapisan masyarakat untuk mencapai perubahan sosial yang berarti.
Membangun Jaringan yang Efektif
Membangun jaringan yang efektif membutuhkan strategi dan upaya yang terencana. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Identifikasi Pihak yang Berpengaruh: Tentukan siapa saja individu atau kelompok yang memiliki pengaruh dan akses ke pengambil kebijakan.
- Membangun Relasi: Bangun hubungan yang kuat dan saling percaya dengan pihak-pihak tersebut melalui komunikasi yang efektif dan berkelanjutan.
- Strategi Komunikasi yang Tepat: Sampaikan pesan dengan jelas, ringkas, dan persuasif, serta sesuaikan dengan latar belakang dan kepentingan pihak yang dituju.
- Kolaborasi dan Kerja Sama: Kerja sama antar kelompok masyarakat dan organisasi dapat memperkuat jaringan dan memperluas jangkauan pengaruh.
Kesimpulannya, keberhasilan gerakan sosial di Indonesia sangat bergantung pada kemampuan membangun dan memanfaatkan jaringan yang luas. Kolaborasi antar lapisan masyarakat, strategi komunikasi yang efektif, dan pemahaman konteks politik sangat penting untuk mencapai perubahan yang diinginkan.