Jasad Dicor Semen di Pulogadung, Tim Gulkarmat Jaktim Gunakan Pemecah Beton untuk Evakuasi
Tim Gulkarmat Jakarta Timur menggunakan pemecah beton untuk mengevakuasi jasad JS (69) yang ditemukan dicor semen di saluran air belakang ruko di Pulogadung setelah hilang selama sepekan; pelaku ZA (35) telah ditangkap.
Tragedi penemuan jasad seorang pemilik ruko berinisial JS (69) yang dicor semen di saluran air belakang rukonya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, menggemparkan warga. Kejadian ini terungkap setelah JS dilaporkan hilang selama satu pekan oleh keluarganya. Proses evakuasi jasad yang penuh tantangan ini melibatkan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur yang menggunakan peralatan khusus untuk membongkar cor semen tersebut.
Petugas Gulkarmat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan mayat yang dicor. Mereka langsung menghadapi kendala karena kondisi jasad yang terkubur di dalam cor semen. Ketua Tim Pengendali Regu Rescue Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Afif, menjelaskan bahwa tim membutuhkan peralatan yang lebih memadai, seperti godam dan jack hammer listrik, untuk melakukan evakuasi.
Evakuasi jasad JS yang dilakukan pada Kamis lalu memakan waktu sekitar 20 menit dan melibatkan 20 personel damkar. Meskipun jasad ditemukan dalam kondisi utuh, namun aroma kurang sedap tercium karena jasad telah berada di dalam cor semen selama kurang lebih satu minggu. Proses evakuasi ini semakin rumit karena jasad JS juga ditimbun pasir oleh pelaku sebelum dicor semen.
Proses Evakuasi Jasad yang Menantang
Proses evakuasi jasad JS yang dicor semen ini membutuhkan kehati-hatian dan keahlian khusus dari petugas Gulkarmat. Menurut Afif, "Kami membutuhkan peralatan yang lebih memadai untuk pembongkaran. Kita memakai peralatan secara manual, ada godam dan jack hammer bertenaga listrik." Peralatan pemecah beton listrik atau jack hammer menjadi kunci keberhasilan evakuasi ini, mengingat kondisi jasad yang terbungkus semen yang mengeras.
Afif juga menjelaskan kendala yang dihadapi tim dalam proses evakuasi. "Untuk evakuasi sendiri kita terkendala masalahnya korban kan tadi ternyata dicor tuh, nah jadi kita butuh peralatan yang lebih memadai untuk pembongkarannya," ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya proses evakuasi jasad yang terkubur di dalam cor semen tersebut.
Meskipun terkendala oleh kondisi jasad yang dicor, petugas berhasil mengevakuasi jasad JS dengan selamat. Kondisi jasad korban, menurut Afif, masih utuh, meskipun tercium aroma kurang sedap karena telah tertimbun selama satu minggu. Petugas juga menemukan bahwa jasad JS hanya ditutup pasir sebelum dicor semen, tanpa adanya kantong plastik sebagai pelapis.
Kronologi Penemuan dan Penangkapan Pelaku
Sebelum ditemukannya jasad JS yang dicor semen, korban dilaporkan hilang selama satu pekan oleh keluarganya. Polisi dari Polres Metro Jakarta Timur, yang diwakili oleh Komisaris Besar Polisi Nicolas Ary Lilipaly, menyatakan bahwa korban ditemukan di saluran air belakang ruko, di bagian belakang bangunan proyek milik korban. "Korban ditemukan di belakang di saluran air di belakang, di proyek ini pada bagian belakang dalam bangunan ini," kata Nicolas.
Korban JS diketahui memiliki istri kedua yang tinggal di Jakarta, sementara keluarganya berada di luar negeri. Sementara itu, pelaku ZA (35) diketahui bekerja sendiri di Jakarta dan keluarganya tinggal di Papua. Penangkapan pelaku telah dilakukan dan proses hukum selanjutnya akan berjalan.
Setelah dievakuasi, jasad JS langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Penemuan jasad yang dicor semen ini menjadi kasus yang menyita perhatian publik dan menyorot pentingnya penanganan kasus kejahatan yang melibatkan kekerasan ekstrem.
Proses evakuasi ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi petugas Gulkarmat Jakarta Timur dalam menghadapi situasi yang sulit dan kompleks. Penggunaan peralatan yang tepat dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan evakuasi jasad JS yang dicor semen tersebut.
Kesimpulan
Kasus penemuan jasad JS yang dicor semen di Pulogadung menjadi sorotan karena kekejamannya dan kesulitan dalam proses evakuasi. Keberhasilan evakuasi jasad berkat kerja keras dan keahlian petugas Gulkarmat Jakarta Timur yang menggunakan peralatan khusus. Proses hukum terhadap pelaku, ZA, kini sedang berjalan.