Kemendikbudristek Perkuat Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi untuk Wujudkan Visi Indonesia 2045
Kemendikbudristek mendorong kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM dan mendukung visi Indonesia 2045, khususnya dalam menghadapi bonus demografi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) gencar memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Upaya ini dijalankan sebagai strategi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan visi Indonesia 2045. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Menteri Dikbudristek, Prof. Fauzan, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama se-Indonesia di Ambon, Maluku, Senin (24/2).
Prof. Fauzan menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang berjumlah lebih dari 4.400 di seluruh Indonesia. Ia menyatakan, "Kita tahu bahwa perguruan tinggi...sangat strategis untuk menyiapkan SDM, hal ini dalam rangka penguatan peran perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan visi Indonesia 2045." Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kepentingan internal masing-masing institusi, melainkan harus berdampak luas bagi kemajuan bangsa dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan mengingat proyeksi Indonesia pada tahun 2045 sebagai negara besar dan kuat secara ekonomi. Keberhasilan visi tersebut sangat bergantung pada kualitas SDM yang dihasilkan. Prof. Fauzan juga menyoroti bonus demografi yang akan dicapai pada tahun 2030, di mana 70 persen penduduk Indonesia akan berada dalam usia produktif. Momentum ini, menurut beliau, harus dimanfaatkan secara optimal oleh perguruan tinggi untuk melahirkan inovasi dan gagasan baru di berbagai sektor.
Penguatan Riset dan Kerja Sama Internasional
Wakil Menteri Dikbudristek memberikan contoh konkret terkait pentingnya riset dan inovasi dalam menghadapi tantangan nasional. Beliau menyinggung permasalahan konsumsi beras nasional yang mencapai 30,34 juta ton per tahun, sementara produksi hanya 26,92 juta ton, sehingga Indonesia harus mengimpor 4,52 juta ton beras. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan kajian khusus dari perguruan tinggi untuk menekan angka impor dan meningkatkan produksi dalam negeri.
Lebih lanjut, Prof. Fauzan mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi sebagai modal untuk menjalin kerja sama dengan negara lain. "Kita harus dapat menjadikan komoditas riset yang dimiliki perguruan tinggi sebagai modal untuk kerja sama dengan negara lain. Tentu ini jadi pekerjaan rumah yang tidak mudah oleh sebab itu perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi penyokong kuat yang dapat mencetak SDM yang layak hidup di tahun 2045," tegasnya. Tantangan ini, menurutnya, membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antar perguruan tinggi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama PTN se-Indonesia, Prof. Muhammad Miftahussurur. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing di tingkat internasional. "Kita bagi sumber daya dan pengalaman strategis tingkatkan kualitas kita untuk berkontribusi bangun negara," ujarnya. Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas tinggi yang mampu menghadapi persaingan global.
Strategi Penguatan Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi
Kemendikbudristek telah merumuskan beberapa strategi untuk memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi. Strategi tersebut antara lain:
- Peningkatan aksesibilitas informasi dan sumber daya: Kemendikbudristek akan memfasilitasi pertukaran informasi dan sumber daya antar perguruan tinggi melalui platform digital.
- Penguatan program kolaboratif: Kemendikbudristek akan mendorong pengembangan program riset dan pengabdian masyarakat yang melibatkan beberapa perguruan tinggi.
- Peningkatan kapasitas SDM: Kemendikbudristek akan memberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam hal kolaborasi dan kerja sama.
Dengan strategi-strategi tersebut, diharapkan kerja sama antar perguruan tinggi dapat semakin optimal dalam mencetak SDM unggul dan berkontribusi pada pembangunan nasional. Pemanfaatan bonus demografi menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia 2045 sebagai negara maju dan sejahtera.
Melalui kolaborasi yang kuat, perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi yang tepat untuk menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kolaborasi ini juga akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global dan meningkatkan daya saing bangsa.