Kemitraan Strategis: Kunci Sukses Pariwisata NTT Menuju 2030
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT mendorong kemitraan strategis Pentahelix untuk memajukan sektor pariwisata, mendukung visi NTT Maju 2030, dan memberdayakan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Timur (NTT), Noldy Hosea Pellokila, menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam pengembangan sektor pariwisata NTT. Pernyataan ini disampaikannya Selasa lalu dalam Musda V DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTT 2025 di Kupang. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan pariwisata yang dinamis di NTT, serta selaras dengan visi pembangunan daerah.
Menurut Noldy, kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat krusial untuk keberhasilan pariwisata NTT. Ia menjelaskan bahwa model kolaborasi Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media, akan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang optimal dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata di NTT.
Lebih lanjut, Noldy menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini bukan hanya sekedar kerja sama, melainkan upaya untuk saling melengkapi dan memperkuat potensi masing-masing pihak. Tujuan utamanya adalah membangun pariwisata berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal, sembari meningkatkan perekonomian masyarakat NTT. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2025-2030, yaitu "NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan", dengan pariwisata sebagai salah satu penggerak utamanya.
Kolaborasi Pentahelix: Sinergi untuk Pariwisata Berkelanjutan
Konsep Pentahelix yang diusung Disparekraf NTT menekankan pentingnya peran setiap elemen masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sektor swasta sebagai investor dan pengelola, akademisi sebagai penyedia riset dan inovasi, komunitas sebagai pengelola destinasi wisata berbasis masyarakat, dan media sebagai penyebar informasi dan promosi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang holistik dan berkelanjutan.
Noldy Hosea Pellokila menambahkan, "Melalui kemitraan strategis kita membuka ruang kolaborasi yang bertujuan menciptakan sinergi antar stakeholder di sektor pariwisata." Ia juga mengajak ASITA NTT untuk aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi potensi wisata, mempromosikan destinasi, dan meningkatkan kualitas SDM di sektor pariwisata.
Dengan melibatkan semua pihak, diharapkan akan tercipta pengelolaan destinasi wisata yang lebih efektif dan efisien. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan dan budaya.
Kolaborasi ini juga akan membantu dalam menghadapi tantangan dan perubahan tren wisatawan. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi wisatawan, strategi pemasaran dan pengembangan destinasi wisata dapat disesuaikan secara tepat.
Potensi Pariwisata NTT dan Peran ASITA
Nusa Tenggara Timur memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan beragam. Dari keindahan alam bawah laut hingga budaya lokal yang unik, NTT menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Namun, potensi ini perlu dikelola dan dikembangkan secara optimal agar dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
ASITA NTT, sebagai asosiasi perusahaan perjalanan wisata, memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata NTT. Dengan jaringan dan keahliannya, ASITA dapat membantu mempromosikan destinasi wisata NTT ke pasar domestik dan internasional, serta meningkatkan kualitas layanan pariwisata.
Kolaborasi antara Disparekraf NTT dan ASITA diharapkan dapat menghasilkan program-program yang inovatif dan efektif dalam pengembangan pariwisata. Hal ini akan membantu NTT untuk mencapai tujuannya sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berkelanjutan.
Melalui kemitraan yang kuat, NTT diharapkan mampu mengembangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Langkah Maju Pariwisata NTT
Disparekraf NTT berkomitmen untuk terus mendorong kemitraan strategis ini. Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain adalah: melakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pelaku pariwisata, meningkatkan promosi destinasi wisata melalui berbagai media, dan mengembangkan infrastruktur pariwisata yang memadai. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan pariwisata NTT dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Disparekraf juga akan fokus pada pengembangan produk wisata yang unik dan bernilai jual tinggi, serta memastikan keberlanjutan pariwisata dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan budaya. Hal ini menunjukkan komitmen Disparekraf NTT dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pariwisata NTT akan semakin maju dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah. Kemitraan strategis dan kolaborasi Pentahelix menjadi kunci utama dalam mencapai visi "NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan" melalui sektor pariwisata.