Operasi Keselamatan Maung 2025: Peningkatan Signifikan, Namun Korban Meninggal Dunia Naik
Operasi Keselamatan Maung 2025 di Banten menunjukan peningkatan signifikan dalam berbagai kegiatan, namun terdapat peningkatan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten melaporkan hasil Operasi Keselamatan Maung 2025 yang dilaksanakan pada 10 hingga 23 Februari 2025. Operasi ini melibatkan berbagai kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Banten. Kombes Pol Leganek Mawardi, Dirlantas Polda Banten, memaparkan capaian operasi tersebut dalam keterangannya di Serang, Selasa.
Secara keseluruhan, operasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kegiatan. Kegiatan preemtif melampaui target dengan 19.031 kegiatan, naik 43 persen dari tahun sebelumnya. Kegiatan preventif juga melampaui target dengan 9.025 kegiatan. Namun, peningkatan yang paling mencolok terlihat pada penegakan hukum, dengan 13.188 kegiatan atau 237 persen dari target yang ditetapkan. Meskipun target operasi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, capaian justru meningkat secara signifikan.
Meskipun terdapat peningkatan dalam berbagai aspek operasi, terdapat temuan penting yang perlu diperhatikan. Meskipun jumlah kecelakaan lalu lintas menurun 15 persen, jumlah korban meninggal dunia justru meningkat dari dua menjadi delapan orang. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi dan peningkatan strategi pencegahan kecelakaan.
Capaian Operasi Keselamatan Maung 2025
Satuan tugas preemtif berhasil melaksanakan 19.031 kegiatan, melampaui target sebanyak 4.217 kegiatan. "Capaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat," ujar Kombes Pol Leganek Mawardi. Meskipun target kegiatan preemtif turun 39 persen dibandingkan tahun 2024, capaian justru meningkat 43 persen.
Untuk kegiatan preventif, tercatat 9.025 kegiatan, melampaui target 3.542 kegiatan. Dalam penegakan hukum, Satuan Tugas Gakkum mencatat 13.188 kegiatan, atau 237 persen dari target 5.575 kegiatan. "Pencapaian dalam penegakan hukum ini menunjukkan upaya kami yang serius," tambah Leganek.
Teguran lisan menjadi kegiatan yang paling banyak dilakukan, mencapai 5.005 kegiatan (340 persen dari target). Penindakan melalui sistem ETLE juga meningkat signifikan, terutama di Polres Serang (477 persen dari target). Tilang manual, yang sempat dihentikan, kembali diberlakukan dengan 1.781 penindakan.
Analisis Pelanggaran dan Korban
Meskipun operasi menunjukkan peningkatan signifikan, evaluasi juga mencatat kenaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Meskipun jumlah kecelakaan menurun 15 persen (dari 20 kasus menjadi 17 kasus), jumlah korban meninggal meningkat dari dua menjadi delapan korban. Ini menjadi perhatian serius yang membutuhkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai helm SNI (91 persen untuk sepeda motor) dan tidak menggunakan sabuk pengaman (96 persen untuk mobil). Data ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.
Beberapa catatan penting dalam capaian tertinggi antara lain ETLE di Polres Serang (668 kegiatan), tilang manual di Polresta Tangerang (259 persen dari target), dan teguran lisan di Polres Serang (717 persen dari target).
Rekomendasi dan Kesimpulan
Meskipun Operasi Keselamatan Maung 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan, evaluasi menunjukkan perlunya perbaikan di beberapa aspek. Target operasi perlu lebih proporsional agar relevan dengan kondisi di lapangan. Efektivitas sistem ETLE perlu ditingkatkan, dan upaya pencegahan kecelakaan harus lebih terarah, dengan fokus pada kelompok usia dan profesi yang paling rentan terhadap kecelakaan. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang keselamatan berkendara juga sangat penting untuk menekan angka kecelakaan dan korban jiwa.