Pemkab Kaimana Dukung Budidaya Ikan Air Tawar, Dorong Perekonomian Lokal
Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, memberikan pendampingan dan bantuan kepada kelompok budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, gencar mendukung pengembangan usaha budidaya ikan air tawar. Delapan kelompok usaha di Kabupaten Kaimana mendapatkan pendampingan intensif dari Dinas Perikanan setempat, guna meningkatkan hasil produksi dan memberdayakan masyarakat. Pendampingan ini mencakup penyuluhan teknik budidaya, bantuan sarana dan prasarana, serta pembinaan usaha.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kaimana, Okto Tana, menjelaskan bahwa program pendampingan ini bertujuan agar pelaku usaha memahami teknik budidaya yang baik dan benar. "Kami berikan penyuluhan supaya pelaku usaha lokal paham cara budidaya ikan air tawar," ujar Okto dalam keterangannya di Kaimana, Selasa (25/2).
Program ini tidak hanya berfokus pada ikan air tawar. Dinas Perikanan Kaimana juga memberikan pendampingan kepada satu kelompok budidaya ikan air payau yang membudidayakan kakap dan bandeng. Langkah komprehensif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan sektor perikanan di Kaimana.
Dukungan Pemerintah untuk Kelompok Budidaya
Pendampingan yang diberikan Dinas Perikanan Kaimana meliputi penyuluhan teknik budidaya yang tepat, penyaluran bantuan pakan dan vitamin ikan, pemasangan jaring, serta pembangunan kolam semi permanen. Bantuan-bantuan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan usaha budidaya dan meningkatkan produktivitas.
Jenis ikan yang dibudidayakan meliputi ikan nila, lele, dan mas. Ketiga jenis ikan ini dipilih karena memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan di Kaimana dan sekitarnya. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pembudidaya.
Okto Tana berharap program pendampingan ini akan berdampak positif terhadap pengembangan usaha budidaya ikan, baik air tawar maupun air payau. Ia ingin para pembudidaya dapat semakin mandiri dan profesional dalam menjalankan usahanya.
"Semoga efek positifnya tidak hanya menambah pendapatan tapi bisa menyerap tenaga kerja lokal," tambah Okto, menekankan pentingnya program ini dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kaimana.
Dampak Positif Pendampingan: Kisah Sukses Elfina Furay
Elfina Furay, salah satu pembudidaya ikan nila di Kaimana, merasakan langsung dampak positif dari program pendampingan ini. Ia mengaku usahanya mengalami perkembangan signifikan setelah mendapatkan bantuan dan pendampingan dari Dinas Perikanan.
Kini, hasil budidaya ikan nila milik Elfina dapat dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram. Pendapatan tersebut digunakan untuk pengembangan usaha, biaya pendidikan anak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Sebelum ada pendampingan, budidaya ikan air tawar hanya bisa dikonsumsi, tapi sekarang sudah bisa dijual," kata Elfina, menggambarkan perubahan signifikan dalam usahanya.
Kisah sukses Elfina menjadi bukti nyata keberhasilan program pendampingan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dukungan dan pembinaan yang tepat, sektor perikanan di Kaimana dapat berkembang pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Papua Barat dalam mengembangkan sektor perikanan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan memberikan pendampingan dan bantuan yang terarah, potensi sektor perikanan dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Kaimana.