Pemprov Bengkulu Cegah Panic Buying BBM Akibat Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai
Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah cepat mencegah pembelian BBM secara panik menyusul pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai yang mengganggu distribusi BBM, dengan menerbitkan surat edaran dan berkoordinasi dengan Pertamina.
Bengkulu, 3 April 2024 - Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat untuk mencegah pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara panik. Hal ini disebabkan oleh kendala distribusi BBM akibat pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyatakan bahwa langkah-langkah antisipatif telah diambil untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan mencegah keresahan masyarakat.
Surat edaran telah diterbitkan untuk melarang seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) melayani pembelian BBM dalam jumlah besar. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya panic buying dan menjaga stabilitas pasokan BBM di Provinsi Bengkulu. Pemerintah Provinsi juga secara aktif memantau rantai distribusi BBM, dari terminal Pertamina hingga ke tangan konsumen.
Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan Pertamina untuk memastikan kecukupan pasokan BBM di Bengkulu. Wakil Gubernur Mian menekankan pentingnya disiplin petugas SPBU dalam menjalankan aturan ini dan menghindari praktik-praktik yang dapat memicu kepanikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Langkah Antisipatif Pemprov Bengkulu
Pemprov Bengkulu tidak hanya mengeluarkan surat edaran larangan pembelian BBM dalam jumlah besar. Mereka juga secara proaktif memantau distribusi BBM dari hulu hingga hilir. Hal ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi tetap berjalan lancar dan BBM sampai ke konsumen dengan aman dan terkendali. Kolaborasi dengan Pertamina juga menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan ini.
Pertamina, sebagai penyedia BBM utama, telah menyiapkan solusi alternatif untuk mengatasi kendala distribusi akibat pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai. Salah satu solusi yang diterapkan adalah distribusi BBM melalui jalur darat dari Mukomuko dan Teluk Bayur. Langkah ini diharapkan dapat menjamin pasokan BBM tetap mencukupi kebutuhan masyarakat Bengkulu.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, sebelumnya telah memberikan pernyataan yang menenangkan masyarakat terkait isu kelangkaan BBM. Ia memastikan bahwa stok BBM di Bengkulu aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama selama periode Lebaran Idul Fitri 2025. Pernyataan ini sekaligus untuk meredam isu-isu yang beredar di masyarakat.
Peran Pertamina dalam Menjaga Ketersediaan BBM
Pertamina Patra Niaga juga telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan BBM di Bengkulu. Mereka menyadari bahwa pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai berdampak signifikan terhadap distribusi BBM. Sebagai solusi jangka pendek, Pertamina telah menyiapkan pasokan BBM dari beberapa lokasi alternatif, seperti Teluk Kabung, Lubuk Linggau, dan Terminal BBM Panjang.
Perbaikan di Pelabuhan Pulau Baai juga sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dalam jangka panjang. Dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh Pemprov Bengkulu dan Pertamina, diharapkan pasokan BBM di Bengkulu tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan BBM.
Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkomitmen untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan Pertamina menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi permasalahan distribusi BBM ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, perbaikan infrastruktur pelabuhan juga menjadi fokus perhatian pemerintah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Dengan demikian, distribusi BBM di Bengkulu dapat berjalan lancar dan menjamin ketersediaan BBM bagi seluruh masyarakat.