Peningkatan Volume Kendaraan di Exit Tol Singosari H+2 Lebaran 2025
Volume kendaraan di Exit Tol Singosari, Malang, mengalami peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran 2025, terutama pada pukul 08.00-12.00 WIB, mencapai lebih dari 1.600 unit per jam, membuat kepolisian setempat meningkatkan pengawasan lalu lintas.
Kepolisian Resor (Polres) Malang mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan di Exit Tol Singosari pada H+2 Lebaran 2025, Kamis (03/04). Peningkatan ini terjadi di ruas jalan menuju Kota Batu dan Kota Malang, serta daerah sekitarnya seperti Kepanjen dan Blitar. Peningkatan ini terjadi sejak pagi hingga siang hari, memicu peningkatan pengawasan dari pihak kepolisian untuk mencegah kemacetan.
Kepala Pos Pelayanan (Posyan) Karanglo, Ipda Samsul Khoiruddin, menyatakan, "Volume kendaraan yang masuk dari Exit Tol Singosari sudah ada kenaikan."
Data dari Posyan Karanglo menunjukkan lonjakan jumlah kendaraan yang cukup drastis. Pada pukul 08.00-09.00 WIB tercatat 1.105 kendaraan, meningkat menjadi 1.336 unit pada pukul 09.00-10.00 WIB, kemudian 1.575 unit pada pukul 10.00-11.00 WIB, dan mencapai puncaknya pada pukul 11.00-12.00 WIB dengan 1.622 unit kendaraan.
Peningkatan Arus Lalu Lintas Menuju Kota Batu dan Malang
Peningkatan volume kendaraan ini terbagi rata antara tujuan Kota Batu dan Kota Malang. Ipda Samsul menjelaskan, "Bisa dikatakan 50 persen mengarah ke Kota Batu, 50 persen ke Kota Malang, Kepanjen (di Kabupaten Malang), maupun Blitar."
Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran 2025. Banyak pemudik yang kembali ke kota asalnya, sementara wisatawan juga mulai berdatangan ke tempat-tempat wisata di Malang Raya.
Polres Malang telah mengantisipasi lonjakan kendaraan ini dengan memperketat pengawasan dan penjagaan di beberapa titik rawan kemacetan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Langkah Antisipasi Kemacetan
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian telah menyiagakan tim urai dan personel gabungan di beberapa titik strategis. Titik-titik tersebut antara lain Karangploso, Kepuharjo, Masjid Kembar, ITN, dan Karanglo. Petugas akan langsung menerapkan beberapa skema pengaturan lalu lintas jika terjadi kemacetan, menyesuaikan kondisi arus lalu lintas masuk dan keluar dari Kota Batu dan Kota Malang.
Ipda Samsul menambahkan, "Mekanismenya tetap sama, kami menyiagakan tim urai dan personel gabungan di beberapa titik... Di Simpang empat Karanglo juga masih ada yang namanya traffic light button yang lebih bisa kami prioritaskan, baik itu yang mengarah ke Kota Batu maupun ke Kota Malang."
Sistem traffic light button ini memungkinkan petugas untuk memprioritaskan arus lalu lintas sesuai kebutuhan, sehingga diharapkan dapat meminimalisir potensi kemacetan di titik-titik yang rawan.
Dengan adanya peningkatan volume kendaraan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan ikuti arahan dari petugas kepolisian untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan.
Data volume kendaraan per jam di Exit Tol Singosari:
- 08.00—09.00 WIB: 1.105 kendaraan
- 09.00—10.00 WIB: 1.336 kendaraan
- 10.00—11.00 WIB: 1.575 kendaraan
- 11.00—12.00 WIB: 1.622 kendaraan
- 12.00—13.00 WIB: 550 kendaraan
Peningkatan volume kendaraan di Exit Tol Singosari menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran. Kepolisian setempat terus berupaya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.