Peningkatan Volume Kendaraan di Pantura Situbondo Capai 40 Persen
Arus balik Lebaran di jalur Pantura Situbondo meningkat 40 persen pada H+3, didominasi kendaraan roda empat dan dua, kepolisian mengimbau pengendara untuk berhati-hati.
Kepolisian Resor Situbondo melaporkan peningkatan signifikan volume kendaraan di jalur Pantura, ruas jalan vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Peningkatan sebesar 40 persen terjadi pada arus mudik H+3 Lebaran, Jumat (4/4), dengan mayoritas kendaraan roda empat dan dua. Peningkatan ini terpantau sejak Rabu (2/4) dan Kamis (3/4) atau H+1 dan H+2, menunjukkan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di wilayah Situbondo.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan terjadi di kedua arah, baik dari Surabaya menuju Banyuwangi maupun sebaliknya. Beliau memprediksi kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Situbondo akan berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Hal ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik.
Untuk memastikan hal tersebut, AKBP Rezi Dharmawan secara langsung memantau kondisi arus lalu lintas dan berinteraksi dengan pemudik di tempat istirahat, salah satunya di Wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan imbauan kepada para pemudik agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.
Pemantauan Arus Balik dan Imbauan Keselamatan
Selama Operasi Ketupat Semeru 2025 hingga H+3, tercatat beberapa kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Situbondo. Untungnya, berdasarkan keterangan Kapolres, kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan luka ringan dan tidak ada korban jiwa. Namun, AKBP Rezi Dharmawan tetap menekankan pentingnya pengecekan berkala kendaraan sebelum perjalanan untuk mencegah kecelakaan.
Selain memantau arus balik, Kapolres juga mengecek kesiapan personel dan peralatan di lapangan. Kesiapan perahu karet di kawasan wisata Pantai Pasir Putih menjadi perhatian khusus mengingat pantai tersebut merupakan destinasi wisata favorit dan titik keramaian arus balik. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi situasi darurat di laut.
"Pantai Pasir Putih menjadi titik keramaian arus balik dan destinasi wisata favorit, sehingga perlu kesiapan ekstra, baik dari sisi pengamanan lalu lintas maupun keselamatan wisatawan di laut," ujar Kapolres.
Pos Pengamanan Gabungan
Operasi Ketupat Semeru 2025 melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan petugas medis berkolaborasi untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik di Situbondo. Kerja sama antar instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Peningkatan volume kendaraan di jalur Pantura Situbondo mencapai 40 persen pada H+3 Lebaran menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.
Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, termasuk pemantauan langsung di lapangan dan penyediaan peralatan darurat, menunjukkan kesiapan dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan dan potensi risiko kecelakaan. Kerja sama antar instansi terkait juga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Lebaran di Situbondo.