Perkuat Konektivitas dan Pariwisata, Tiga Gubernur Sepakat Jalin Kerja Sama
Gubernur NTB, Bali, dan NTT sepakat memperkuat konektivitas dan kerja sama pariwisata dalam retret antar kepala daerah, membuka peluang peningkatan ekonomi regional.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal; Gubernur Bali, I Wayan Koster; dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memanfaatkan momentum retret kepala daerah untuk memperkuat kerja sama antar wilayah, khususnya dalam hal konektivitas dan pengembangan sektor pariwisata. Pertemuan yang berlangsung beberapa waktu lalu tersebut menghasilkan kesepakatan penting untuk meningkatkan sinergi ketiga provinsi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Mataram, Selasa, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa diskusi informal mengenai berbagai tantangan pembangunan di ketiga provinsi tersebut membuka banyak peluang kolaborasi. Beliau menekankan pentingnya koordinasi yang kuat mengingat keterkaitan erat ketiga wilayah tersebut. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan konektivitas dan pembentukan rantai pasok regional yang saling menguntungkan.
Iqbal menambahkan, "Poin utamanya adalah meningkatkan konektivitas tiga provinsi. Membawa tiga provinsi ini sebagai satu rantai pasok," ujarnya. Ketiga gubernur sepakat bahwa komunikasi intensif antar kepala daerah akan menghasilkan berbagai manfaat positif, terutama dalam sektor pariwisata yang menjadi kekuatan utama ketiga provinsi tersebut. Iqbal juga menekankan pentingnya kerja sama antar provinsi, bukan hanya sebatas hubungan antar kepala daerah. "Ya, jangan hanya gubernur-nya saja yang berteman, tapi provinsi-nya juga berkawan," tegasnya.
Pentingnya Konektivitas Antar Provinsi
Salah satu fokus utama dari pertemuan tersebut adalah peningkatan konektivitas antar provinsi NTB, Bali, dan NTT. Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat memperlancar arus barang, jasa, dan wisatawan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di ketiga wilayah. Hal ini juga akan memperkuat daya saing regional dalam menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks pariwisata, konektivitas yang baik akan memudahkan wisatawan untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya yang dimiliki oleh ketiga provinsi. Dengan demikian, pariwisata di NTB, Bali, dan NTT dapat saling melengkapi dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, kerja sama dalam pengembangan infrastruktur, seperti jalan raya, pelabuhan, dan bandara, juga menjadi bagian penting dari upaya peningkatan konektivitas. Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan mempermudah aksesibilitas dan mobilitas antar wilayah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
Konsolidasi dan Diskusi Kebijakan APBN
Selain membahas konektivitas dan pariwisata, retret tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi dan berdiskusi mengenai kebijakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menteri Keuangan, Sri Mulyani, turut hadir sebagai pemateri dan menyampaikan materi terkait pengelolaan APBN dan APBD untuk pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menjawab berbagai pertanyaan dari para kepala daerah, termasuk mengenai kebijakan efisiensi yang berpengaruh terhadap daerah. Banyak pertanyaan yang diajukan terkait pelaksanaan Inpres 1, termasuk efisiensi anggaran. Sri Mulyani menjelaskan bahwa daerah juga harus berkontribusi dalam efisiensi anggaran. Beliau juga menanggapi pertanyaan spesifik mengenai formula dana bagi hasil, proyek infrastruktur, dan aspirasi lainnya.
"Karena ada dalam hal ini dari daerah juga harus berkontribusi dan mereka juga banyak pertanyaan-pertanyaan spesifik mengenai daerah-daerah seperti formula dana bagi hasil, proyek-proyek infrastruktur yang ingin tetap dijalankan, dan juga aspirasi-aspirasi lainnya," kata Sri Mulyani.
Retret ini menjadi forum penting bagi tiga gubernur untuk membahas berbagai isu strategis dan menyepakati langkah-langkah konkret untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama pariwisata. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di NTB, Bali, dan NTT.