Polda Sumut Tindak 36.900 Pelanggaran Lalu Lintas Selama Operasi Keselamatan Toba 2025
Polda Sumut menindak 36.900 pelanggaran lalu lintas selama Operasi Keselamatan Toba 2025, dengan rincian tilang ETLE, tilang manual, dan teguran, bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara di Sumatera Utara.
Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menindak 36.900 pelanggaran lalu lintas selama Operasi Keselamatan Toba 2025 yang berlangsung dari tanggal 9 Februari hingga 23 Februari 2025. Operasi ini melibatkan berbagai upaya, mulai dari penindakan pelanggaran hingga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Penindakan tersebut meliputi tilang elektronik (ETLE) statis dan mobile, tilang manual, serta teguran bagi para pelanggar.
Operasi Keselamatan Toba 2025 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas di Sumatera Utara. Hal ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Dengan menekan angka pelanggaran, diharapkan pula terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.
Polda Sumut, melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Polisi Yudhi Surya Markus Pinem, menyampaikan rincian penindakan pelanggaran yang dilakukan. Dari total 36.900 pelanggaran, terdapat 444 tilang ETLE statis, 192 tilang ETLE mobile, 11.164 tilang manual, dan 25.100 teguran. Data ini menunjukkan berbagai jenis pelanggaran yang terjadi dan upaya penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Rincian Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas
Selama Operasi Keselamatan Toba 2025, Polda Sumut mencatat berbagai jenis pelanggaran lalu lintas. Rinciannya meliputi 444 pelanggaran yang ditindak melalui tilang ETLE statis, 192 pelanggaran melalui tilang ETLE mobile, dan 11.164 pelanggaran yang ditindak melalui tilang manual. Selain penindakan, sebanyak 25.100 pelanggar juga diberikan teguran sebagai bentuk edukasi dan peringatan.
Penegakan hukum tersebut merupakan bagian penting dari Operasi Keselamatan Toba 2025. Namun, Polda Sumut juga menekankan pentingnya upaya preventif dan preemtif untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas. Upaya-upaya tersebut bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sejak dini.
Komitmen Polda Sumut dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas di Sumatera Utara terlihat jelas melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama operasi. Tidak hanya penindakan, tetapi juga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian integral dari upaya tersebut. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menangani masalah lalu lintas di wilayah tersebut.
Upaya Preventif dan Preemtif
Selain penindakan, Polda Sumut juga gencar melakukan berbagai kegiatan preventif dan preemtif untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kegiatan ini meliputi sosialisasi kepada pengusaha transportasi, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat umum tentang pentingnya keselamatan berkendara. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang peraturan lalu lintas dan pentingnya mematuhinya.
Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kendaraan dan infrastruktur jalan. Kegiatan ini termasuk 'ramp check' kendaraan untuk memastikan kelaikan kendaraan dan survei terhadap jalur rawan kecelakaan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi bahaya. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Polda Sumut untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.
Polda Sumut juga aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat melalui program 'safety riding' dan 'safety driving'. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan keterampilan berkendara yang aman kepada masyarakat, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, upaya preventif ini diharapkan dapat menciptakan budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan berkendara, Polda Sumut bersama pemangku kepentingan juga melakukan tes kesehatan, termasuk tes alkohol dan narkoba, bagi pengemudi angkutan umum. Tes ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan terbebas dari pengaruh zat-zat yang dapat membahayakan keselamatan saat berkendara. Langkah ini menunjukkan komitmen untuk memprioritaskan keselamatan pengguna jalan.
Operasi Keselamatan Toba 2025 menunjukkan komitmen Polda Sumut dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib di Sumatera Utara. Dengan menggabungkan upaya penegakan hukum, preventif, dan preemtif, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat.