Presiden Prabowo Ajak Kuatkan Solidaritas Nasional di Hari Raya Idul Fitri
Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh rakyat Indonesia memperkuat solidaritas nasional dan menjadikan Idul Fitri 1446 H sebagai momentum untuk saling memaafkan dan membangun Indonesia yang lebih baik.
Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk menjadikan Idul Fitri 1446 Hijriah sebagai momentum memperkuat solidaritas. Seruan ini disampaikan dalam pidato resmi yang disiarkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden pada Minggu. Pidato tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1446 H kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan dunia. Presiden menyampaikan pidato tersebut pada Minggu, 30 Maret 2025.
"Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, tibalah saatnya kita merayakan kemenangan. Idul Fitri merupakan momen suci untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan meneguhkan komitmen kita sebagai pribadi yang lebih baik dan lebih sabar terhadap sesama," ujar Presiden Prabowo dalam siaran resminya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perayaan Idul Fitri sebagai sumber kekuatan bagi persatuan nasional. Beliau berharap momentum Idul Fitri dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Momentum Penguatan Persatuan Nasional
Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini sejalan dengan tema besar yang diusung pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Dengan saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi, diharapkan dapat tercipta suasana yang kondusif bagi pembangunan nasional.
Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Kerja sama dan gotong royong menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia diharapkan dapat menghadapi berbagai tantangan global dengan lebih baik.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf. "Minal aidin wal faidzin. Saya mohon maaf atas segala kesalahan yang telah saya perbuat," ucapnya. Permohonan maaf ini menunjukkan sikap rendah hati Presiden Prabowo dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Penentuan 1 Syawal 1446 H dan Sholat Id di Masjid Istiqlal
Sebelumnya, Kementerian Agama telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. Hal ini diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H di Jakarta pada Sabtu (29 Maret).
Pada Senin pagi, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan beberapa menteri Kabinet Merah Putih. Setelah melaksanakan sholat Id, Presiden Prabowo akan menyelenggarakan open house di Istana Merdeka mulai pukul 09.00 WIB.
Presiden Prabowo mengundang mantan presiden dan wakil presiden, pejabat negara, duta besar, perwakilan lembaga internasional, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum untuk menghadiri acara open house tersebut. Acara ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, Idul Fitri 1446 H diharapkan tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan persatuan nasional dalam membangun Indonesia yang lebih baik.