Program Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil dan Balita Dilakukan Bertahap
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI menyatakan program makan bergizi gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan dilakukan secara bertahap, dengan koordinasi bersama Badan Gizi Nasional.
Boyolali, 24 Februari 2024 - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengumumkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan diimplementasikan secara bertahap. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Wihaji saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji menjelaskan bahwa program MBG sebenarnya telah dimulai, namun pelaksanaannya masih bertahap. Hal ini untuk memastikan efektivitas dan pemerataan program tersebut. Beliau menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk memastikan kelancaran program MBG ini. Kerja sama antar lembaga pemerintah ini sangat krusial untuk mencapai sasaran program dan memastikan distribusi makanan bergizi yang tepat sasaran.
Implementasi Bertahap dan Standarisasi Gizi
Menteri Wihaji menjelaskan bahwa satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) untuk ibu menyusui, ibu hamil, dan balita akan disamakan dengan SPPG anak sekolah. Namun, beliau juga menekankan perbedaan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok. "SPPG sama, tapi menu beda. Menu ibu hamil, ibu menyusui, balita, nanti ada ahli gizinya. Jadi berapa protein, kandungan karbohidratnya diukur. Di beberapa tempat sudah, insya Allah nanti sampai di Boyolali," jelas Menteri Wihaji.
Perencanaan yang matang dan implementasi bertahap menjadi kunci keberhasilan program ini. Proses ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang cermat untuk memastikan semua aspek terpenuhi dengan baik. Menteri Wihaji juga menyampaikan bahwa program MBG saat ini masih fokus pada anak sekolah, namun perluasan cakupan ke ibu hamil dan balita menjadi prioritas.
"Di sini nanti kami koordinasikan karena memang butuh waktu, sampai selesai Desember, step by step," tambahnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk secara bertahap memperluas manfaat program MBG kepada seluruh kelompok yang membutuhkan.
Fokus Saat Ini dan Rencana ke Depan
Saat ini, program MBG masih terfokus pada anak sekolah. Namun, Menteri Wihaji menegaskan bahwa perluasan program ke ibu hamil dan balita merupakan langkah penting yang akan segera dijalankan. Beliau menekankan pentingnya memberikan dukungan gizi yang optimal bagi kelompok rentan ini untuk menunjang kesehatan dan perkembangan generasi mendatang.
Kunjungan lapangan yang dilakukan Menteri Wihaji menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawasi dan memastikan program MBG berjalan efektif. Hal ini juga sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.
Dengan koordinasi yang baik antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Badan Gizi Nasional, diharapkan program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Indonesia.