Pupuk Indonesia dan DTPHB Sulsel Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Digitalisasi
PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan DTPHB Sulsel dalam mendigitalisasi distribusi pupuk, alsintan, dan benih untuk mencapai swasembada pangan di Sulawesi Selatan.
Makassar, 1 Maret 2024 - PT Pupuk Indonesia dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan (DTPHB Sulsel) berkolaborasi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui digitalisasi sistem distribusi dan monitoring pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta benih. Inisiatif ini diluncurkan sebagai respon atas permasalahan distribusi pupuk bersubsidi yang kerap tidak tepat waktu dan menjadi sasaran praktik tidak bertanggung jawab.
Senior Manager Pupuk Indonesia untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Sukodim, menjelaskan bahwa pupuk merupakan nutrisi vital bagi tanaman pangan, terutama padi. Namun, distribusi pupuk bersubsidi yang tidak efisien seringkali menghambat produktivitas pertanian. Oleh karena itu, PT Pupuk Indonesia mengembangkan aplikasi I-Pubers untuk memantau alur distribusi pupuk, dari gudang hingga ke tangan petani.
Aplikasi I-Pubers memungkinkan pelacakan distribusi pupuk secara real-time melalui telepon genggam. Sistem ini diharapkan dapat mencegah penyimpangan dan memastikan pupuk sampai tepat waktu kepada para petani. Langkah ini semakin efektif berkat sinergi dengan DTPHB Sulsel yang juga telah meluncurkan aplikasi 'SEJATI' untuk distribusi alsintan dan 'SI SEBAR' untuk distribusi benih padi.
Digitalisasi Pertanian: Solusi untuk Swasembada Pangan
Sinergi antara PT Pupuk Indonesia dan DTPHB Sulsel dalam menerapkan platform digital ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan di Sulawesi Selatan. Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala DTPHB Sulsel, Uvan Nurwahidah. "Digitalisasi pertanian sangat penting, karena itu kami bersinergi dengan para mitra di lapangan," jelasnya. Sulsel sendiri memegang posisi penting sebagai salah satu penyangga pangan nasional, menempati peringkat ke-4 setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sistem digitalisasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi petani, tetapi juga bagi para pengecer pupuk. H Lalang, seorang pemilik kios di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, memberikan kesaksian positif. "Saya memang mengaku dengan sistem ini, tapi justeru dengan adanya sistem ini saya juga diakui sama petani saya," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk telah meningkat berkat digitalisasi.
Aplikasi I-Pubers, SEJATI, dan SI SEBAR diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi pupuk, alsintan, dan benih. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.
Manfaat Digitalisasi Distribusi Pupuk
- Distribusi pupuk lebih tepat waktu dan efisien.
- Transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.
- Pencegahan penyimpangan dan praktik tidak bertanggung jawab.
- Peningkatan produktivitas pertanian.
- Kemudahan pemantauan distribusi melalui aplikasi berbasis digital.
Dengan adanya sistem digitalisasi ini, diharapkan permasalahan distribusi pupuk yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi. Hal ini akan berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan pencapaian swasembada pangan di Indonesia.