Revitalisasi Wisma Atlet Ditargetkan Rampung April 2025
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menargetkan revitalisasi Wisma Atlet Kemayoran rampung pada April 2025 dan akan diresmikan Presiden, menyediakan hunian layak bagi ASN, TNI, Polri, dan MBR.
Jakarta, 25 Februari 2025 - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, menetapkan target penyelesaian revitalisasi Wisma Atlet Kemayoran pada April 2025. Proyek revitalisasi ini menandai upaya pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan proyek tersebut setelah seluruh proses revitalisasi tuntas.
Saat ini, tiga tower Wisma Atlet di Blok C2 Pademangan (tower 8, 9, dan 10) telah selesai direvitalisasi dan siap ditempati. Ketiga tower tersebut telah siap untuk dihuni oleh ASN, TNI, Polri, dan MBR. Proses penyerahan pengelolaan tower-tower yang telah selesai kepada Kementerian Sekretariat Negara pun akan segera dilakukan.
Revitalisasi Wisma Atlet ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian vertikal di Jakarta. "Revitalisasi Wisma Atlet Kemayoran ini adalah bagian dari visi pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan memiliki fasilitas yang memadai bagi masyarakat," ungkap Menteri Ara.
Proses Revitalisasi dan Fasilitas Wisma Atlet
Rumah Susun Wisma Atlet Kemayoran, yang berlokasi di Blok D10 Kemayoran, Jakarta Pusat, dan Blok C2 Pademangan, Jakarta Utara, dibangun pada tahun 2016-2017 dengan dana APBN sebesar Rp4,07 triliun. Kompleks ini terdiri dari 10 tower tipe 36 dengan total 7.426 unit. Setiap unit rusun dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan perabotan seperti sofa, lemari, tempat tidur, water heater, dan AC.
Selain itu, setiap gedung dilengkapi dengan area komersial di lantai 1-3, lift, ruang evakuasi (refugee area), ruang publik, area parkir, dan sistem CCTV untuk keamanan penghuni. Fasilitas yang lengkap ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni Wisma Atlet setelah revitalisasi.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan pada 10 tower. Tower 5 hanya akan dilakukan perbaikan prioritas karena akan difungsikan sebagai rumah sakit. Blok D10, yang terdiri dari 7 tower, ditargetkan selesai pada April 2025 dan akan digunakan untuk hunian ASN, MBR, apartemen sewa, dan rumah sakit.
"Dengan revitalisasi ini, Wisma Atlet Kemayoran akan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hunian dan fasilitas bagi berbagai kelompok masyarakat," jelas Sri Haryati.
Progres dan Target Penyelesaian
Hingga 19 Februari 2025, progres pekerjaan revitalisasi telah mencapai 89,9 persen. Dengan sisa waktu 58 hari, proyek ini ditargetkan selesai pada 22 April 2025. Pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat progres yang telah dicapai sejauh ini. Setelah selesai, Wisma Atlet Kemayoran akan menjadi kompleks hunian yang modern dan layak huni bagi berbagai kalangan masyarakat.
Revitalisasi ini bukan hanya sekadar pembaruan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup bagi penghuninya. Dengan fasilitas yang lengkap dan modern, Wisma Atlet Kemayoran diharapkan dapat menjadi contoh hunian vertikal yang berkualitas di Indonesia.
Proses revitalisasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Keberhasilan proyek ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jakarta.