Samosir Tingkatkan Pendampingan Petani, Produksi Bawang Merah Tembus 15 Ton per Hektar!
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir intensifkan pendampingan petani bawang merah, hasil panen meningkat hingga 15 ton per hektare di tahun 2024, berkat bantuan bibit dan pupuk dari Bank Sumut.
Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah hingga 15 ton per hektare pada tahun 2024. Hal ini berkat peningkatan pendampingan kepada petani setempat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir. Pendampingan intensif ini meliputi seluruh tahapan budidaya, mulai dari penanaman hingga panen. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk Bank Sumut, juga berperan penting dalam keberhasilan ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menyatakan bahwa pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan secara berkelanjutan. "Pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan dari proses penanaman hingga panen. Sehingga dengan demikian produksi bawang akan semakin meningkat," ujar Tumiur Gultom di Samosir, Kamis (27/2).
Kolaborasi antara Bank Sumut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir menjadi kunci keberhasilan program ini. Bantuan berupa bibit, pupuk organik padat, dan pupuk organik cair disalurkan kepada petani, mendukung peningkatan produktivitas bawang merah di Samosir.
Peningkatan Produktivitas dan Bantuan CSR Bank Sumut
Salah satu contoh keberhasilan program ini terlihat dari bantuan yang diberikan kepada Kelompok Tani Makmur di Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo. Kelompok tani ini menerima bantuan 1 ton bibit bawang merah varietas batu ijo, 2 ton pupuk organik padat, dan 10 liter pupuk organik cair. Bantuan ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut.
Tumiur Gultom menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Sumut atas dukungannya. Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di Samosir. "Setiap tahun produktivitas bawang merah di Samosir terus mengalami peningkatan. Untuk Tahun 2024, produktivitas mencapai 15 Ton per hektare. Hal itu dipengaruhi salah satunya oleh peningkatan pemahaman yang semakin baik oleh para petani dalam membudidayakan bawang merah," tambahnya.
Lebih lanjut, Tumiur Gultom menjelaskan bahwa saat ini telah berdiri lima kelompok penangkar bibit bawang merah di Kabupaten Samosir. Kelompok-kelompok ini tersebar di berbagai kecamatan, menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengembangan budidaya bawang merah di daerah tersebut. Lokasi kelompok penangkar bibit tersebut antara lain di Desa Cinta Dame (Kecamatan Simanindo), Desa Sitolu Huta (Kecamatan Pangururan), Desa Simbolon Purba (Kecamatan Palipi), Desa Pardomuan (Kecamatan Onan Runggu), dan Desa Lumban Suhisuhi Toruan (Kecamatan Pangururan).
Kemitraan dan Harapan untuk Peningkatan Ekonomi
Pimpinan Unit CSR Bank Sumut, Abdul Hamid, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang fokus pada kemitraan dalam penyediaan bibit bawang merah. "Semoga bantuan itu dapat ditanam sebaik-baiknya sehingga menghasilkan panen yang memuaskan sehingga dapat meningkatkan perekonomian kelompok penerima manfaat," kata Abdul Hamid.
Program pendampingan dan bantuan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas bawang merah, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian petani di Kabupaten Samosir. Dengan peningkatan hasil panen, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat secara signifikan. Keberhasilan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, lembaga perbankan, dan petani dapat menghasilkan dampak yang positif bagi pembangunan pertanian di Indonesia.
Keberadaan lima kelompok penangkar bibit bawang merah di Samosir juga menandakan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah. Dengan adanya kelompok-kelompok ini, diharapkan penyediaan bibit unggul dapat terjamin, mendukung peningkatan produktivitas di masa mendatang. Program ini menjadi contoh sukses bagaimana sinergi berbagai pihak dapat mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah.