Sri Mulyani Rinci Dukungan Pembiayaan Negara untuk Jalur Kereta Api Sukabumi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci dukungan pemerintah untuk pembangunan jalur kereta api Sukabumi, termasuk melalui SBSN dan LMAN, guna meningkatkan konektivitas dan kenyamanan transportasi.
Jakarta, 03 April 2024 (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan detail mengenai dukungan pembiayaan pemerintah untuk pembangunan jalur kereta api Sukabumi. Dukungan tersebut diberikan melalui berbagai skema, termasuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pembangunan ini bertujuan meningkatkan konektivitas antar kota dan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat.
Dalam unggahan Instagram resminya (@smindrawati), Menkeu Sri Mulyani menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan memastikan jalur kereta api semakin andal. Salah satu upayanya adalah membangun jalur double track kereta api yang dibiayai melalui SBSN. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di Indonesia.
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga menjelaskan peran LMAN dalam pembebasan lahan untuk pembangunan double track kereta api Bogor-Sukabumi. Pembebasan lahan ini menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp91,5 miliar. Angka ini menunjukkan signifikansi investasi pemerintah dalam proyek infrastruktur kereta api tersebut.
Pembiayaan Infrastruktur Lainnya dari APBN
Selain proyek kereta api Sukabumi, Sri Mulyani juga menyinggung beberapa proyek infrastruktur lainnya yang mendapatkan dukungan APBN. Salah satunya adalah Wisata Air Kali Kesek di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang menerima dana sebesar Rp250 juta dari Dana Desa sebagai modal awal. Objek wisata ini dikelola oleh warga Desa Sriwulan dan telah beroperasi sejak Mei 2022.
Proyek infrastruktur lainnya yang mendapatkan dukungan APBN adalah pembangunan Tol Batang-Semarang, yang memiliki ciri khas jembatan Kali Kuto berwarna merah. Pembangunan tol ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Meskipun Menkeu tidak merinci besaran dukungan APBN, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengembangan infrastruktur jalan tol.
Sri Mulyani juga menyebutkan dukungan APBN untuk pembangunan Tol Padang-Sicincin di Sumatera Barat. Proyek ini menerima dana sebesar Rp906,24 miliar hingga 20 Maret 2025 melalui Badan Layanan Umum (BLU) LMAN. Besarnya angka ini menunjukkan skala besar investasi pemerintah dalam proyek infrastruktur jalan tol di Sumatera Barat.
Ajakan untuk Memanfaatkan Moda Transportasi Kereta Api
Menkeu Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi kereta api, khususnya untuk perjalanan mudik ke Sukabumi. "Dengan infrastruktur perkeretaapian yang semakin baik, mudik ke Sukabumi menjadi lebih tenang dan menyenangkan," tuturnya. Ajakan ini menunjukkan harapan pemerintah agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari peningkatan infrastruktur yang telah dibangun.
Secara keseluruhan, penjelasan Menkeu Sri Mulyani memberikan gambaran yang jelas mengenai dukungan pembiayaan negara untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk jalur kereta api Sukabumi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas, aksesibilitas, dan kenyamanan transportasi bagi masyarakat Indonesia.