STAHN Mpu Kuturan Bangun Gedung Pascasarjana Rp27 Miliar: Layanan Akademik dan Kemahasiswaan yang Lebih Prima
STAHN Mpu Kuturan Singaraja bangun gedung pascasarjana senilai Rp27,76 miliar untuk meningkatkan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan, khususnya bagi program magister dan doktor.
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, resmi memulai pembangunan gedung pascasarjana senilai Rp27,76 miliar. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan, khususnya bagi mahasiswa program pascasarjana. Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat, 4 April 2024, menandai dimulainya pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Kresna ini.
Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Suwindia, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini dikerjakan oleh PT. Sang Karya Cipta, pemenang tender proyek. Gedung baru ini diharapkan menyediakan ruang kuliah yang lebih nyaman dan representatif bagi mahasiswa.
Pembangunan gedung ini merupakan langkah strategis STAHN Mpu Kuturan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan akan semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk melanjutkan studi di program pascasarjana STAHN Mpu Kuturan.
Gedung Pascasarjana: Fasilitas Prima untuk Program Magister dan Doktor
Gedung pelayanan akademik dan kemahasiswaan di kampus Kresna ini akan difokuskan untuk menunjang program pascasarjana STAHN Mpu Kuturan. Program magister yang tersedia meliputi Pendidikan Agama Hindu, PGSD, dan Ilmu Agama dan Kebudayaan. Selain itu, STAHN Mpu Kuturan juga menawarkan program doktoral di bidang Ilmu Agama dan Kebudayaan.
Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan pelayanan kepada mahasiswa pascasarjana akan semakin optimal. Fasilitas yang lebih representatif akan mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.
"Tentu dengan dibangunnya gedung ini, memberikan pelayanan yang semakin maksimal untuk masyarakat sehingga sarana dan prasarana semakin memadai dan representatif," ungkap Suwindia, menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Suwindia juga menambahkan bahwa gedung ini sebelumnya merupakan kampus utama STAHN Mpu Kuturan sejak berdiri pada tahun 2016. Setelah gedung rektorat di Jalan Pulau Menjangan, Banyuning selesai dibangun pada tahun 2019, gedung di Jalan Kresna kemudian dialihfungsikan sebagai gedung pascasarjana.
Dukungan dan Pengawasan Pembangunan
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Prof. I Nengah Duija, memberikan apresiasi atas kinerja STAHN Mpu Kuturan dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan gedung ini. Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan agar pembangunan berjalan lancar dan sesuai rencana.
"Mari bersama-sama mengawasi pembangunan ini, sehingga bisa berjalan secara maksimal dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," kata Prof. Duija, mengajak semua pihak untuk memastikan proyek ini berjalan sukses.
Pembangunan gedung pascasarjana ini menandai komitmen STAHN Mpu Kuturan dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Hindu di Bali. Dengan fasilitas yang lebih memadai, diharapkan STAHN Mpu Kuturan dapat mencetak lebih banyak lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Proyek pembangunan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, memberikan dampak positif bagi kemajuan STAHN Mpu Kuturan dan pendidikan agama Hindu di Indonesia.