Stok Pangan Pasaman Barat Aman Jelang Lebaran 2025, Pemkab Pastikan Cukup
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan stok bahan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran 2025, bahkan hingga dua pekan setelahnya.
Pasaman Barat, Sumatera Barat, memastikan ketersediaan bahan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 H. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, di Simpang Empat pada Sabtu, 29 Maret 2024. Pihaknya telah melakukan pemantauan langsung di lapangan dan memastikan stok pangan aman hingga dua pekan setelah Lebaran.
Berdasarkan data yang dihimpun, stok beberapa bahan pangan pokok terbilang melimpah. Sebagai contoh, stok beras mencapai 2.215,76 ton, jauh melebihi kebutuhan yang hanya 736,24 ton. Begitu pula dengan jagung, yang memiliki stok 4.407 ton dengan kebutuhan hanya 2,35 ton. Ketersediaan cabai rawit juga cukup memadai, dengan stok 91,50 ton dan kebutuhan 22,06 ton.
Tidak hanya beras dan jagung, stok komoditas penting lainnya seperti cabai, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng juga terpantau aman. Bahkan, stok beberapa komoditas tersebut jauh melampaui kebutuhan masyarakat. Ketersediaan pangan ini juga didukung oleh pasokan dari daerah lain di Sumatera Barat dan luar provinsi, seperti Medan, Sumatera Utara.
Ketersediaan Pangan Terjaga, Pengawasan Diperketat
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga memperketat pengawasan untuk mencegah penimbunan dan penjualan barang kadaluarsa. Hal ini dilakukan bersama pihak Kepolisian Resor Pasaman Barat. Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, memberikan peringatan tegas kepada para pedagang agar tidak melakukan praktik curang tersebut.
"Jangan coba-coba menjual barang yang kedaluwarsa karena sangat membahayakan kesehatan masyarakat. Selain itu jangan menimbun barang, jika ada nanti kami tindak," tegas AKBP Agung Tribawanto. Pengawasan juga dilakukan hingga ke tingkat Polsek untuk memastikan aksesibilitas pangan bagi masyarakat tetap terjaga.
Pemantauan yang ketat ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan selama periode Lebaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga yang signifikan.
Selain pengawasan di pasar, Pemkab Pasaman Barat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi kelangkaan dan memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rincian Stok Bahan Pangan di Pasaman Barat
- Beras: Stok 2.215,76 ton, Kebutuhan 736,24 ton
- Jagung: Stok 4.407 ton, Kebutuhan 2,35 ton
- Cabai Rawit: Stok 91,50 ton, Kebutuhan 22,06 ton
- Cabai: Stok 155,50 ton, Kebutuhan 37,12 ton
- Bawang Putih: Stok 19,75 ton, Kebutuhan 8,75 ton
- Bawang Merah: Stok 37,25 ton, Kebutuhan 27,09 ton
- Daging Sapi: Stok 27,69 ton, Kebutuhan 0,31 ton
- Daging Ayam: Stok 113,39 ton, Kebutuhan 38,19 ton
- Telur Ayam: Stok 302,36 ton, Kebutuhan 43,28 ton
- Gula Pasir: Stok 93,26 ton, Kebutuhan 36,82 ton
- Minyak Goreng: Stok 155,60 ton, Kebutuhan 66,87 ton
Dengan ketersediaan bahan pangan yang melimpah dan pengawasan yang ketat, diharapkan perayaan Lebaran 2025 di Pasaman Barat dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat merayakannya dengan tenang dan nyaman.