Tragedi Longsor Cangar-Pacet: 10 Nyawa Melayang, Identitas Korban Terungkap
Longsor di jalur Cangar-Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, menewaskan 10 orang; tujuh dari minibus dan tiga dari pikap, identitas korban telah terungkap.
Tragedi tanah longsor di jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (3/4) pukul 11.27 WIB, telah merenggut sepuluh nyawa. Bencana ini terjadi di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan tebing di sisi kanan jalan runtuh dan menutup seluruh badan jalan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan meninggal dunia dan telah berhasil diidentifikasi.
Sepuluh korban ditemukan dalam dua kendaraan yang tertimbun longsor; tujuh korban merupakan penumpang minibus dan tiga lainnya penumpang pikap. Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat (4/4), dengan korban pertama ditemukan pukul 09.30 WIB dan evakuasi terakhir selesai pukul 11.00 WIB. Operasi SAR gabungan resmi ditutup pukul 12.00 WIB setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan diidentifikasi.
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kota Batu, BPBD Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, dan instansi terkait lainnya, bahu-membahu dalam upaya pencarian dan evakuasi. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik tanah longsor terjadi, yang kemudian memicu respon cepat dari tim penyelamat.
Korban Longsor Cangar-Pacet: Identitas dan Asal
Tujuh korban yang merupakan penumpang minibus berasal dari Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Mereka adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), dan Saudah (70). Keenam jenazah dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu.
Sementara itu, tiga korban lainnya yang merupakan penumpang pikap berasal dari Urung-Urung Jati Jejer Trawas, Kabupaten Mojokerto. Korban tersebut adalah Mikaila F.Z (3,5), Ahmad Fiki Muzaki (28), dan Fitria Handayani (27). Ketiga jenazah, bersama satu jenazah korban minibus lainnya, dibawa ke RSUD Sumberglagah Pacet untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jatim.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator, membenarkan seluruh korban telah teridentifikasi. "Hingga saat ini seluruh korban telah teridentifikasi," katanya.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD, kepolisian, TNI, PMI, Tagana, relawan, dan warga sekitar. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar instansi menjadi kunci keberhasilan evakuasi seluruh korban. Proses evakuasi yang dilakukan secara hati-hati dan profesional, memastikan tidak ada korban jiwa tambahan.
Pencarian dilakukan secara sistematis dan terorganisir, dengan memperhatikan kondisi medan yang sulit. Tim SAR gabungan menggunakan berbagai peralatan dan teknik untuk menemukan korban yang tertimbun material longsor. Kecepatan respon dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam meminimalisir jumlah korban jiwa.
Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, Tim SAR Gabungan melakukan briefing dan secara resmi menutup operasi pencarian. Unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.
Imbauan Waspada Bencana
Kejadian tanah longsor di jalur Cangar-Pacet menjadi pengingat penting akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, khususnya di musim hujan. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang. Pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan dan sistem peringatan dini bencana juga menjadi sorotan.
Langkah-langkah mitigasi bencana, seperti penataan lingkungan dan edukasi kepada masyarakat, perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko bencana serupa. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar.